- Harga emas Antam naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.857.000 per gram, sementara harga buyback juga meningkat Rp 14.000 ke Rp 2.619.000 per gram.
- Emas global turun ke kisaran 4.760 dolar AS per troy ons, tertekan lonjakan harga minyak dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi.
- Ketegangan Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz, serta potensi kenaikan inflasi AS menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan emas.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 10 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.857.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu naik tipis Rp 7.000 dibandingkan Kamis, 9 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.619.000 per gram.
Harga buyback itu ikut melonjak Rp 14.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp 1.482.196
- 1 gram: Rp 2.864.143
- 2 gram: Rp 5.668.135
- 3 gram: Rp 8.477.140
- 5 gram: Rp 14.095.150
- 10 gram: Rp 28.135.163
- 25 gram: Rp 70.212.093
- 50 gram: Rp 140.344.988
- 100 gram: Rp 280.611.780
- 250 gram: Rp 701.263.788
- 500 gram: Rp 1.402.317.050
- 1000 gram: Rp 2.804.594.000
Harga Emas Dunia Merosot
Harga emas dunia mengalami pelemahan tipis pada perdagangan awal sesi Asia, Jumat, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga energi global.
Mengutip FXStreet, harga emas diperdagangkan turun di kisaran 4.760 dolar AS per troy ons. Tekanan terhadap logam mulia ini muncul seiring kekhawatiran pasar terhadap rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut
Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan harga emas. Laporan menyebutkan konflik di kawasan tersebut terus berlanjut, termasuk penutupan Selat Hormuz yang berdampak besar terhadap pasokan energi global.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah mengupayakan pembicaraan langsung dengan Beirut, menyusul eskalasi konflik yang menewaskan ratusan orang di Lebanon dan mengancam keberlangsungan gencatan senjata.
Di sisi lain, Iran disebut belum menunjukkan tanda-tanda akan membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Kenaikan harga energi tersebut berdampak pada ekspektasi suku bunga, di mana pasar mulai meredam harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Meski dikenal sebagai aset safe haven saat ketidakpastian meningkat, emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena investor beralih ke instrumen berbunga.
Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Maret yang dijadwalkan rilis Jumat. Inflasi diperkirakan naik menjadi 3,3% secara tahunan, dibandingkan 2,4% pada bulan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
-
Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir