- Harga emas batangan Antam turun ke level Rp 2.818.000 per gram, diikuti harga buyback yang juga anjlok Rp 42.000 menjadi Rp 2.585.000 per gram.
- Rencana blokade Selat Hormuz oleh militer AS memicu kenaikan harga minyak WTI hingga 8,5 persen.
- Data inflasi AS yang melonjak menjadi 3,3 persen pada Maret membuat pasar berekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 13 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.818.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu makin murah dengan turun Rp 42.000 dibandingkan Sabtu, 11 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.585.000 per gram.
Harga buyback itu ikut merosot Rp 42.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 Gram: Rp 1.462.648
- 1 Gram: Rp 2.825.045
- 2 Gram: Rp 5.589.940
- 3 Gram: Rp 8.359.848
- 5 Gram: Rp 13.899.663
- 10 Gram: Rp 27.744.188
- 25 Gram: Rp 69.234.655
- 50 Gram: Rp 138.390.113
- 100 Gram: Rp 276.702.030
- 250 Gram: Rp 691.489.413
- 500 Gram: Rp 1.382.768.300
- 1000 Gram: Rp 2.765.496.500
Harga Emas Dunia Melemah
Harga emas dunia (XAU/USD) terpantau bergerak fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026). Logam mulia ini tampak kesulitan mencari pijakan di tengah gempuran kenaikan harga energi dan memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip data FXStreet, harga emas sempat dibuka memerah dan kini tertahan di kisaran 4.670 dolar AS per troy ounce selama jam perdagangan sesi Asia. Melemahnya daya tarik emas ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang kembali menghantui.
Baca Juga: Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
Kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang melonjak hingga 8,5 persen ke level 98,00 dolar AS per barel menjadi musuh utama emas saat ini. Lonjakan harga "emas hitam" tersebut dipicu oleh pengumuman mengejutkan dari Presiden AS, Donald Trump.
Trump secara resmi menyatakan bahwa Washington akan mulai memblokade seluruh kapal yang keluar-masuk Selat Hormuz. Langkah ekstrem ini diambil menyusul gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan akan mulai menutup lalu lintas maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi waktu setempat atau sekitar pukul 14.00 GMT hari ini.
Selain faktor energi, rilis data inflasi AS (CPI) yang dirilis Jumat lalu kian menekan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Inflasi tahunan AS melonjak tajam menjadi 3,3 persen pada Maret, melompat jauh dari posisi Februari yang hanya 2,4 persen.
Kenaikan inflasi bulanan sebesar 0,9 persen memperkuat dugaan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer). Kondisi ini membuat emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil, menjadi kurang kompetitif di mata investor dibandingkan dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen
-
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
-
IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual
-
Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco
-
IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan
-
Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat
-
AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel
-
Daftar 6 Maskapai yang Beroperasi di Bandara Husein Sastranegara
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24, Mana yang Lebih Murah?
-
OJK Rilis Aturan Baru Pembayaran Manfaat Pensiun, Peserta Kini Bisa Pilih Sekaligus atau Berkala