- Komando Pusat AS memulai blokade militer di seluruh pelabuhan Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu setempat.
- Kebijakan tersebut dipicu kegagalan negosiasi damai di Islamabad serta penolakan Iran menghentikan pengayaan uranium secara total.
- Blokade ini menyebabkan lonjakan harga minyak global di atas USD 100 per barel dan memicu ketegangan geopolitik.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik nadir baru yang membahayakan stabilitas ekonomi dan keamanan global.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan dimulainya blokade militer yang diberlakukan secara ketat terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Langkah agresif ini diambil tepat setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu, memicu kepanikan di pasar komoditas internasional.
Pihak CENTCOM menegaskan bahwa blokade yang dimulai pada Senin pukul 10.00 pagi waktu setempat (14:00 GMT) tersebut akan "Diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman."
Meskipun demikian, militer AS memberikan catatan bahwa kapal-kapal yang hanya melintasi Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran tidak akan dihalangi. Informasi tambahan rencananya akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan formal sebelum operasi dimulai sepenuhnya.
Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan melalui serangkaian pernyataan provokatif di media sosial. Ia menegaskan bahwa pasukan AS tidak hanya menutup akses pelabuhan, tetapi juga akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang diketahui telah membayar biaya lintasan (toll) kepada pihak Iran.
Trump menganggap pembayaran tersebut sebagai bentuk dukungan ilegal terhadap rezim Teheran.
Selain blokade kapal, Angkatan Laut AS juga dilaporkan mulai melakukan operasi penghancuran ranjau yang disebar oleh Iran di Selat Hormuz, sebuah titik jenuh yang mengendalikan sekitar 20 persen pasokan energi global.
Dampak dari pengumuman blokade ini langsung terasa di lantai bursa dunia. Harga minyak mentah acuan melonjak lebih dari 7 persen hingga melampaui angka USD 100 per barel pada perdagangan Senin pagi di Asia.
Baca Juga: Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini
Bersamaan dengan itu, nilai tukar dolar AS mengalami penguatan tajam sementara kontrak berjangka saham AS justru berguguran.
Data pelayaran menunjukkan bahwa meskipun tiga kapal supertanker bermuatan penuh berhasil lewat pada Sabtu lalu, kini sebagian besar kapal tanker memilih untuk menjauhi Selat Hormuz guna menghindari risiko blokade.
Mantan pejabat senior Pentagon di era Biden yang kini berada di The Washington Institute for Near East Policy, Dana Stroul, memberikan pandangan kritis terhadap strategi ini.
Menurutnya, pendekatan Trump yang menginginkan hasil instan melalui kekuatan militer sangat berisiko. "Trump menginginkan solusi cepat," ujar Stroul., dikutip via Reuters.
Ia menambahkan bahwa "Kenyataannya, misi ini sulit dilaksanakan sendirian dan kemungkinan besar tidak berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang."
Di sisi lain, Teheran bereaksi dengan kemarahan atas tindakan sepihak Washington. Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa kehadiran kapal militer yang mendekati wilayah mereka akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dihadapi dengan tindakan yang keras serta menentukan.
Berita Terkait
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun
-
Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura
-
Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini
-
BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling
-
Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji
-
Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?
-
Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung
-
Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT
-
Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang
-
Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya