- Geopolitik Timur Tengah tak ganggu investasi; RI tetap jadi pilihan utama.
- Investor China, Jepang, dan Korea tegaskan tetap tanam modal di Indonesia.
- Investasi Q1-2026 dibidik Rp497 T, serap 627 ribu tenaga kerja baru.
Suara.com - Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang menyelimuti kawasan Timur Tengah, Indonesia justru muncul sebagai oase bagi para pemodal global. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa situasi panas di global tidak menyurutkan minat investasi ke tanah air. Sebaliknya, posisi Indonesia kini kian dilirik.
"Dengan adanya tensi terutama di negara-negara Timur Tengah ini, justru para investor berbicara secara intensif kepada kami. Kami pun aktif bertemu dengan mereka, dan mereka melihat Indonesia menjadi lebih menarik lagi," ujar Rosan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (13/4/2026).
Menurut Rosan, "senjata" utama Indonesia dalam memikat hati investor adalah konsistensi dalam menjaga stabilitas. Di saat negara lain dihantui ketidakpastian keamanan, Indonesia menawarkan rasa aman yang mahal harganya bagi pemilik modal.
"Salah satu kekuatan kita adalah stabilitas, baik secara politik maupun keamanan. Iklim investasi kita terjaga dengan baik dan terus ditingkatkan," tegasnya.
Rosan juga mengungkapkan bahwa tiga raksasa investor Indonesia—Jepang, Korea Selatan, dan China—tetap pada komitmennya. Usai melakukan kunjungan ke China beberapa hari lalu, ia memastikan minat investasi dari negara-negara tersebut tidak bergeser sedikit pun meski kondisi global sedang tidak menentu.
Tak sekadar optimisme kosong, kinerja investasi pada tiga bulan pertama tahun 2026 ini diproyeksikan bakal melampaui ekspektasi. Pemerintah mematok target realisasi investasi sebesar Rp497 triliun.
"Insya Allah target tersebut bisa kami capai, yang berarti tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan (year-on-year)," ungkap Rosan optimistis.
Menariknya, guyuran modal ini dipastikan bakal berdampak langsung pada sektor riil. Pertumbuhan investasi tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 627.000 orang, atau naik 5,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Baca Juga: IHSG Tahan Banting Justru Menguat ke Level 7.500 di Tengah Gonjang-Ganjing AS-Iran
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya
-
Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Jadwal Stock Split Saham RMKE
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun
-
Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak
-
Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun