Bisnis / Properti
Selasa, 14 April 2026 | 08:07 WIB
Kawasan hunian milik PPRO ./(Dok PPRO)
Baca 10 detik
  • PT PP Properti Tbk membangun delapan lapangan padel modern di kawasan Grand Dharmahusada Lagoon, Surabaya, untuk meningkatkan pendapatan berulang.
  • Proyek fasilitas olahraga tersebut kini mencapai progres pembangunan 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2026.
  • Pembangunan fasilitas ini bertujuan mendukung kinerja berkelanjutan perusahaan serta menarik minat pembeli hunian melalui pemenuhan gaya hidup sehat.

Suara.com - PT PP Properti Tbk. (PPRO) menggali pendapatan berulang dengan memanfaatkan kawasan hunian yang dikembangkan. Salah satunya, memanfaatkan kawasan Grand Dharmahusada Lagoon (GDL), Surabaya.

VP Corporate Secretary PPRO, Afrilia Pratiwi, menjelaskan perseroan membangun fasilitas kekinian di kawasan hunian. Misalnya, fasilitas olah raga yang lagi kekinian, yakni padel.

Hingga kini, pembangunannya telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2026.

Adapun, fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan delapan lapangan padel berstandar modern dengan tinggi ruang mencapai 12 meter.

"PPRO terus mengoptimalkan kawasan melalui pengembangan fasilitas berbasis gaya hidup dan komunitas guna mendukung kinerja berkelanjutan perusahaan," ujarnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (14/3/2026).

Ilustrasi olahraga Padel. (Dok. Suara.com)

Afrilia menambahkan, pembangunan fasilitas di kawasan GDL ini juga untuk memantik pembeli hunian, sehingga bisa mendongkrak penjualan secara tidak langsung.

Selain itu, pembangunan fasiltas sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkaya aktivitas kawasan sekaligus menjawab kebutuhan gaya hidup sehat masyarakat urban.

"Kehadiran lapangan padel di GDL diharapkan menjadi daya tarik baru yang memperkuat dinamika kawasan, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi penghuni dan potensi investasi jangka panjang," bebernya.

Hingga kuartal III 2025, PPRO masih mencatat rugi bersih sekitar Rp 37 miliar, meski jauh menyusut hingga lebih dari 90 persen dibandingkan kerugian periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Penurunan rugi ini terutama ditopang oleh langkah efisiensi, termasuk penurunan signifikan beban keuangan dari sekitar Rp 697 miliar menjadi Rp 141 miliar.

Selain itu, perseroan juga mencatat peningkatan pendapatan lain-lain yang membantu menopang kinerja.

Load More