- PT PP Properti Tbk membangun delapan lapangan padel modern di kawasan Grand Dharmahusada Lagoon, Surabaya, untuk meningkatkan pendapatan berulang.
- Proyek fasilitas olahraga tersebut kini mencapai progres pembangunan 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2026.
- Pembangunan fasilitas ini bertujuan mendukung kinerja berkelanjutan perusahaan serta menarik minat pembeli hunian melalui pemenuhan gaya hidup sehat.
Suara.com - PT PP Properti Tbk. (PPRO) menggali pendapatan berulang dengan memanfaatkan kawasan hunian yang dikembangkan. Salah satunya, memanfaatkan kawasan Grand Dharmahusada Lagoon (GDL), Surabaya.
VP Corporate Secretary PPRO, Afrilia Pratiwi, menjelaskan perseroan membangun fasilitas kekinian di kawasan hunian. Misalnya, fasilitas olah raga yang lagi kekinian, yakni padel.
Hingga kini, pembangunannya telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2026.
Adapun, fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan delapan lapangan padel berstandar modern dengan tinggi ruang mencapai 12 meter.
"PPRO terus mengoptimalkan kawasan melalui pengembangan fasilitas berbasis gaya hidup dan komunitas guna mendukung kinerja berkelanjutan perusahaan," ujarnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (14/3/2026).
Afrilia menambahkan, pembangunan fasilitas di kawasan GDL ini juga untuk memantik pembeli hunian, sehingga bisa mendongkrak penjualan secara tidak langsung.
Selain itu, pembangunan fasiltas sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkaya aktivitas kawasan sekaligus menjawab kebutuhan gaya hidup sehat masyarakat urban.
"Kehadiran lapangan padel di GDL diharapkan menjadi daya tarik baru yang memperkuat dinamika kawasan, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi penghuni dan potensi investasi jangka panjang," bebernya.
Hingga kuartal III 2025, PPRO masih mencatat rugi bersih sekitar Rp 37 miliar, meski jauh menyusut hingga lebih dari 90 persen dibandingkan kerugian periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
Penurunan rugi ini terutama ditopang oleh langkah efisiensi, termasuk penurunan signifikan beban keuangan dari sekitar Rp 697 miliar menjadi Rp 141 miliar.
Selain itu, perseroan juga mencatat peningkatan pendapatan lain-lain yang membantu menopang kinerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T
-
Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas
-
Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
-
BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik
-
Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen
-
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
-
IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual
-
Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco
-
IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan