Bisnis / Keuangan
Selasa, 14 April 2026 | 09:16 WIB
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan melesat 1,41 persen ke level 7.606 pada awal perdagangan Selasa, 14 Maret 2026.
  • Sebanyak 425 saham mengalami kenaikan di Bursa Efek Indonesia dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,75 triliun.
  • Pergerakan pasar diproyeksikan menguat akibat sentimen positif bursa Wall Street meski tertekan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau pada awal perdagangan Selasa, 14 Maret 2026. IHSG melesat 1,31 persen ke level 7.598.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG meroket 1,41 persen ke level 7.606

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,91 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,75 triliun, serta frekuensi sebanyak 195.900 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 425 saham bergerak naik, sedangkan 102 saham mengalami penurunan, dan 432 saham tidak mengalami pergerakan. 

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, RICY, WBSA, FITT, ZONE, KONI, BAPA, CITY, ATAP.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LUCY, PLAN, BELI, HELI, GRPM, LFLO, ISAP, AMAG.

Proyeksi IHSG 

IHSG diperkirakan bergerak bervariasi namun cenderung menguat pada perdagangan hari ini, seiring dorongan sentimen global yang mulai membaik.

Berdasarkan riset CGS International Sekuritas Indonesia, penguatan indeks di bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan pasar. Hal ini dipicu oleh meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, meski sebelumnya perundingan sempat menemui jalan buntu.

Baca Juga: 18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten

"Penguatan indeks di bursa Wall Street seiring adanya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika dan Iran pasca pertemuan gagal diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar," tulis riset tersebut.

Namun demikian, pergerakan IHSG tidak sepenuhnya tanpa hambatan. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi menjadi sentimen negatif yang menahan laju penguatan indeks.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support di level 7.410 dan 7.320, serta resist di level 7.590 hingga 7.680.

Di tengah kondisi tersebut, CGS International Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati investor, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), serta PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dengan rekomendasi beli.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More