- Indeks Harga Saham Gabungan menguat signifikan pada Selasa, 14 April 2026, di tengah pelemahan bursa saham global.
- Kenaikan IHSG didorong oleh lonjakan harga saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu di Bursa Efek Indonesia.
- Analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung akibat risiko jenuh beli saham tersebut.
Suara.com - Saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu menjadi katalis untuk perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasalnya, di saat bursa saham Asia hingga Eropa loyo, IHSG sendirian berdiri perkasa.
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta Utama, mengungkapkan memang IHSG didorong oleh saham-saham konglomerat seperti milik Prajogo Pangestu.
"IHSG total dipengaruhi oleh 'Prajogo Effect' yang kenaikan BRPT, BREN, CDIA, CUAN," ujar Nafan saat dihubungi Suara.com, Selasa (14/4/2026).
Berdasarkan data Stockbit, semua saham emiten yang terafiliasi Parjogo Pangestu. Misalnya, PT Barito Pasifik Tbk. (BRPT) yang naik 8,68 persen ke level Rp 2.380 per lembar saham pada pukul 09.30 WIB.
Pada waktu yang sama saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) juga melonjak 10,67 persen ke level Rp 1.245 per lembar saha,
Lalu, saham PT Petrindo Jaya Kreatif Tbk. (CUAN) yang nangkring di level Rp 1.470 per lembar saham atau melesat 2,80 persen. Setelah itu, PT Pertrosea Tbk. (PTRO) naik 11,67 persen ke level Rp 6.700 per lembar saham.
Selain itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang menguat 1,93 perse ke level Rp 6.600 per lembar saham.
Namun demikian, Nafan mengingatkan, investor tidak terlena dengan kenaikan saham ini. Karena, sewaktu-waktu investor kakap bisa saja melakukan aksi ambil untung atau profit taking.
"Waspada risiko-risiko yang bisa terjaejadi overbought, sehingga terjadi profit taking," ucapnya.
Baca Juga: IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?
Kinerja IHSG
IHSG pada pagi ini masih bertahan di zona hijau pada awal perdagangan. IHSG dibuka melesat 1,31 persen ke level 7.598.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG meroket 1,41 persen ke level 7.606
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,91 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,75 triliun, serta frekuensi sebanyak 195.900 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 425 saham bergerak naik, sedangkan 102 saham mengalami penurunan, dan 432 saham tidak mengalami pergerakan.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara
-
Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?