- Indeks Harga Saham Gabungan melesat 2,14 persen ke level 7.660 pada perdagangan sesi pertama Selasa, 14 April 2026.
- Phintraco Sekuritas menyatakan penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif pasar serta indikator teknikal MACD yang masih menunjukkan momentum.
- Pasar perlu mencermati potensi konsolidasi jangka pendek karena indikator Stochastic RSI kini telah berada di area jenuh beli.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjutlan reli positif pada awal perdagangan sesi I Selasa, 14 April 2026. IHSG ditutup melesat 2,14 persen ke levek 7.660
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, penguatan IHSG ini mencerminkan sentimen positif yang masih terjaga di pasar, sekaligus melanjutkan tren rebound dalam beberapa waktu terakhir.
Secara teknikal, tim riset Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa histogram positif pada indikator MACD masih terus berlanjut, yang mengindikasikan momentum penguatan belum mereda.
Namun demikian, indikator Stochastic RSI saat ini telah berada di area overbought, sehingga pelaku pasar perlu mencermati potensi konsolidasi jangka pendek.
Meski berada di area jenuh beli, IHSG dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada sesi II.
"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran level 7.675 hingga 7.700 pada perdagangan sesi II hari ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 26,67 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,56 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,81 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 537 saham bergerak naik, sedangkan 137 saham mengalami penurunan, dan 285 saham tidak mengalami pergerakan.
Baca Juga: Semua Melesat, Saham Taipan Prajogo Pangestu Jadi Penyelamat IHSG
Pada sesi pertama, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain RICY, DEFI, PPRE, MORA, KONI, WBSA, SSTM, FITT.
Sedangkan saham yang mengalami tekanan terbesar di antaranya MSIN, DFAM, CANI, TRUK, EPAC, MMIX, PNSE.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara