Bisnis / Keuangan
Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:50 WIB
IHSG melemah tipis jelang MSCI. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG melemah tipis 0,05 persen ke level 6.127,38 pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.
  • Pelemahan terjadi akibat tekanan jual saat penerapan rebalancing indeks MSCI di pasar modal Indonesia.
  • Nilai tukar rupiah menyentuh level terendah Rp17.881 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan tersebut.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meloyo lagi pada akhir penutupan perdagangan, Jumat, 29 Mei 2026. Pelemahan ini jelang penerapan indeks MSCI yang mulai berlaku setelah penutupan hari ini.

IHSG ditutup turun 0,05 persen ke level 6.127,38. Padahal, sepanjang perdagangan indeks sempat menguat hingga menyentuh level 6.230.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, pelemahan ini terdorong tekanan jual yang muncul akibat keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI tidak berdampak sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan pasar.

Bahkan, beberapa saham yang terdampak rebalancing justru masih mampu mencatatkan kenaikan harga.

IHSG . [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Kondisi tersebut diduga karena pelaku pasar telah lebih dulu mengantisipasi perubahan komposisi indeks MSCI sehingga dampaknya terhadap pergerakan pasar menjadi lebih terbatas.

Sentimen positif juga datang dari mayoritas bursa saham Asia yang ditutup menguat. Penguatan tersebut didorong oleh reli saham-saham teknologi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Meski demikian, pasar tetap dibayangi sejumlah risiko global, termasuk meningkatnya kembali ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada pergerakan nilai tukar rupiah yang kembali melemah. Pada perdagangan pasar spot Jumat (29/5), rupiah tercatat berada di level Rp17.881 per dolar Amerika Serikat, menjadi salah satu level terendah yang pernah dicapai mata uang Garuda.

Secara sektoral, saham-saham kesehatan menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah terkoreksi 1,49 persen. Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi penopang utama pasar dengan kenaikan sebesar 2,89 persen.

Baca Juga: Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas melihat sejumlah indikator mulai menunjukkan sinyal perbaikan. Stochastic RSI melanjutkan pergerakan reversal menuju area pivot, sementara histogram negatif Moving Average Convergence Divergence (MACD) terus menyempit.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak terbatas pada pekan depan.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 44,11 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 50,12 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,34 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 284 saham bergerak naik, sedangkan 430 saham mengalami penurunan, dan 245 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain KJEN, BREN, RATU, PTRO, dan BRPT.

Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah APIC, ASPR, FILM, TALF, dan MGNA.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More