- PT Triputra Agro Persada Tbk menjalankan program SEHATI untuk mendistribusikan susu bernutrisi bagi siswa di sekitar wilayah operasional.
- Kegiatan rutin yang dilakukan anak usaha FLTI ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi anak serta program pencegahan stunting nasional.
- Program ini merupakan implementasi prinsip ESG perusahaan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan generasi muda di Indonesia.
Suara.com - Emiten sektor kelapa sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai program sosial yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Salah satunya melalui program Susu Sehat Bernutrisi (SEHATI) yang dijalankan di bawah inisiatif TAP Untuk Negeri.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi anak usia sekolah sekaligus mendukung agenda nasional pencegahan stunting.
Melalui anak usahanya, PT First Lamandau Timber International (FLTI), perusahaan secara rutin mendistribusikan susu bernutrisi kepada siswa di Madrasah Ibtidaiyah Taawanul Muslimin yang berada di sekitar wilayah operasional.
"Untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh para penerima manfaat, tim perusahaan bahkan harus menempuh jalan tanah dengan akses yang cukup menantang," tulis manajemen seperti dikutp, Jumat (29/5/2026).
Bagi perusahaan, perjalanan tersebut bukan sekadar rutinitas distribusi bantuan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak melalui pemenuhan asupan gizi tambahan.
"Melalui program ini, segelas susu bukan hanya soal asupan nutrisi. Kehadiran bantuan yang diberikan secara konsisten juga diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak untuk terus belajar dan menggapai cita-cita mereka," tulis manajemen.
SEHATI merupakan salah satu program TAP Untuk Negeri yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi anak usia sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program ini dijalankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas sejak usia dini.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menekan angka stunting nasional. Kementerian Kesehatan RI menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 17,5 persen pada 2026.
Dari sisi ESG, program ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat aspek sosial (social) melalui peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional.
Baca Juga: Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI
Bagi TAP Untuk Negeri, setiap distribusi susu bukan sekadar bantuan nutrisi, tetapi juga bagian dari investasi sosial jangka panjang untuk mendukung masa depan generasi muda Indonesia.
"Melalui konsistensi program SEHATI, perusahaan berharap semakin banyak anak-anak yang memperoleh akses tambahan gizi guna mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka secara optimal," tulis manajemen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Tak Hanya Pertamina, Pemerintah Justru Bolehkan Lemigas Impor Minyak Mentah
-
Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI
-
Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!
-
Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah
-
Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998
-
Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI
-
Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini
-
Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia
-
Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit
-
Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS