- Bursa Efek Indonesia menetapkan syarat ketat meliputi fundamental, kapitalisasi pasar, dan kepatuhan bagi emiten di papan utama.
- Proses evaluasi perpindahan papan emiten dilakukan BEI secara berkala setiap bulan Mei dan November sesuai peraturan.
- Emiten di papan utama memperoleh keuntungan berupa peningkatan reputasi, perluasan basis investor, serta daya tarik global.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut tidak semua emiten gampang yang masuk papan utama. Bahkan, emiten yang masuk papan utama itu tidak hanya sekadar lolos administrasi saja.
Direktur Penilaian Perusaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menerangkan syarat masuk papan utama sangat ketat. Mulai dari kinerja fundamental, nilai kapitalisasi pasar, dan kepatuhan regulasi bursa.
"Keberadaan perusahaan pada Papan Utama mencerminkan bahwa perusahaan telah memenuhi persyaratan yang lebih tinggi, termasuk dari aspek kinerja fundamental, kapitalisasi pasar, dan kepatuhan terhadap ketentuan Bursa," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Nyoman, emiten yang masuk papan utama memiliki banyak keuntungan, mulai dari meningkatkan reputasi perusahaan, memperluas basis investor, serta meningkatkan peluang untuk menjadi konstituen indeks saham tertentu, termasuk indeks yang menjadi acuan investor global.
"Oleh karena itu, mempertahankan status di Papan Utama umumnya penting untuk memperluas basis investor dan meningkatkan daya tarik (attractiveness)," jelasnya.
Dalam hal ini, bilang Nyoman, BEI memiliki kewenangan untuk melakukan penilaian atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan Perusahaan Tercatat.
Ia menambahkan, pertimbangan dalam melakukan perpindahan Papan, Bursa akan menilai pemenuhan persyaratan yang sebagaimana diatur pada ketentuan VI dan VII.
"Proses evaluasi dan pelaksanaan pindah papan (Sesuai ketentuan VII.5. Peraturan Bursa Nomor I-A) dilakukan secara berkala setiap bulan Mei dan November," imbuhnya.
Sebelumnya, BEI merombak susunan emiten di papan perdagangan. Setidaknya ada 26 saham yang masuk ke papan utama, dan yang keluar sebesar 16 perusahaan.
Baca Juga: Begini Cara Emiten TAPG Perkuat Aspek ESG
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Begini Cara Emiten TAPG Perkuat Aspek ESG
-
Tak Hanya Pertamina, Pemerintah Justru Bolehkan Lemigas Impor Minyak Mentah
-
Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI
-
Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!
-
Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah
-
Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998
-
Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI
-
Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini
-
Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia
-
Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit