- Rupiah ditutup Rp17.127 (turun 0,13%), kontras dengan penguatan mata uang Asia.
- Investor wait and see hasil RDG BI; ada risiko outflow modal berkelanjutan.
- Data PPI AS yang kuat berpotensi memicu rebound dolar dan menekan kurs rupiah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan sore ini, Selasa (14/4/2026) dengan rekor buruk. Di saat mayoritas mata uang regional Asia dan mata uang utama dunia bergerak menguat, rupiah justru terpantau mengalami pelemahan tunggal.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp17.127 per dolar AS, melemah 0,13 persen dibandingkan penutupan Senin (13/4) yang berada di posisi Rp17.105. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mematok rupiah di level Rp17.135 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai fenomena ini mencerminkan masih rapuhnya sentimen investor terhadap pasar domestik.
"Rupiah ditutup melemah sendirian terhadap dolar AS, sementara mata uang regional Asia maupun utama dunia pada umumnya menguat cukup besar," ujar Lukman saat dihubungi.
Tekanan terhadap mata uang Garuda diperkirakan belum akan mereda. Pelaku pasar saat ini tengah bersikap wait and see menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Meski konsensus memprediksi BI Rate akan tetap dipertahankan, Lukman memperingatkan bahwa tanpa adanya kebijakan kejutan, posisi rupiah bisa semakin terhimpit oleh aksi outflow (aliran modal keluar).
Dari sisi eksternal, fokus investor tertuju pada rilis data inflasi tingkat produsen (PPI) Amerika Serikat. Jika PPI AS menunjukkan tren kenaikan mengikuti inflasi konsumen (CPI) yang telah mencapai 1,2 persen, Indeks Dolar AS (DXY) berpotensi kembali rebound dan semakin menekan rupiah.
Berbanding terbalik dengan rupiah, mata uang Asia lainnya justru tampil perkasa sore ini:
- Dolar Taiwan: Menguat 0,54% (tertinggi)
- Ringgit Malaysia: Menguat 0,49%
- Peso Filipina: Menguat 0,47%
- Won Korea: Menguat 0,30%
- Yen Jepang: Menguat 0,25%
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi
-
Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu
-
Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
OURBIRTHDAY Ungkap 3 Member Pertama, Girl Group Baru JYP Setelah 4 Tahun
-
Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?
-
30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditempatkan pada Awal Agustus
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara