- Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones di Wall Street menguat pada perdagangan Selasa, 14 April 2026.
- Penguatan didorong optimisme negosiasi AS-Iran serta data Indeks Harga Produsen yang lebih rendah dari perkiraan analis.
- Sektor teknologi mencatat kenaikan signifikan, sementara saham perbankan seperti JPMorgan Chase justru mengalami penurunan kinerja keuangan.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street terus melanjutkan reli penguatan pada perdagangan Selasa, 14 April 2026. Penguatan ini, setelah para investor masa bodoh dengan gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran pekan lalu.
Menukil dari CNBC, indeks S&P 500 melonjak 1,18 persen ke level 6.967. Tak ketinggalan, Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi terbang 1,96 persen ke posisi 23.639.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turut menguat 317,74 poin atau 0,66 persen dan ditutup di level 48.535.
Sektor teknologi kembali menjadi pahlawan yang menyokong pergerakan pasar. Saham Oracle, misalnya, melesat 4,7 persen, melanjutkan tren positif setelah sebelumnya sempat melonjak 12 persen.
Nama-nama besar lain seperti Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatatkan sesi kemenangan yang manis pada perdagangan kali ini.
Ketangguhan Wall Street dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik ini didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump. Trump mengklaim bahwa pihak Iran telah menghubunginya dan menyatakan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.
"Kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," ujar Trump.
Harapan investor semakin membuncah setelah seorang pejabat Gedung Putih membocorkan kepada CNBC bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dalam pembahasan. Meski belum ada jadwal resmi, kabar ini cukup untuk menenangkan pasar.
"Saya pikir pasar sudah memperhitungkan tingkat kecemasan tertentu tentang Iran. Tampaknya kita kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa dengan latar belakang yang lebih jelas," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird.
Baca Juga: IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600
Sentimen pasar juga terbantu oleh rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) bulan Maret yang naik jauh lebih rendah dari perkiraan, memberikan sinyal positif bagi tekanan inflasi di AS.
Namun, tidak semua pihak berpesta. Saham-saham perbankan raksasa justru tertekan setelah rilis laporan keuangan. Saham JPMorgan Chase ambruk lebih dari 5 persen akibat kinerja yang mengecewakan.
Sementara itu, Wells Fargo juga mencatat penurunan harga saham setelah memangkas proyeksi pendapatan bunga bersihnya, meskipun kinerja kuartal pertamanya secara umum melampaui ekspektasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI