- Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 2,34 persen ke level 7.675 pada perdagangan Selasa, 14 April 2026.
- Kenaikan indeks dipicu oleh optimisme perundingan Amerika Serikat-Iran serta penurunan harga minyak mentah dunia secara signifikan.
- Rupiah justru melemah ke level Rp17.110 per dolar AS yang menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengamuk hingga akhir perdagangan Selasa, 14 April 2026. IHSG ditutup melonjak 2,34 persen ke level 7.675.
Mengutip riset dari Phintraco Sekuritas, kenaikan IHSG kali ini dipicu oleh harapan baru di kancah geopolitik. Investor mulai optimistis melihat potensi perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kabarnya bakal berlanjut pekan ini.
Selain itu, koreksi harga minyak mentah dunia jenis WTI dan Brent yang masing-masing turun ke level 96 dolar AS dan 98 dolar AS per barel—memberikan napas lega bagi pasar.
Penurunan ini menyusul prediksi IEA bahwa permintaan minyak global bisa anjlok seperti era pandemi Covid-19 akibat konflik Timur Tengah yang berlarut-larut.
Di dalam negeri, saham-saham sektor infrastruktur menjadi bintang panggung dengan kenaikan fantastis mencapai 5,62 persen.
Tak hanya itu, saham-saham milik konglomerat dan perbankan raksasa juga menjadi motor penggerak utama penguatan indeks hari ini.
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG berpotensi menguji level resistance di angka 7.700. Jika mampu bertahan, bukan tidak mungkin indeks akan terbang menuju level 7.800.
Namun, investor diminta tetap menginjak rem dan tidak terlalu euforia. Pasalnya, posisi IHSG saat ini sudah memasuki area jenuh beli (overbought), sehingga ada risiko aksi ambil untung atau profit taking dalam jangka pendek.
Sayangnya, pesta pora di pasar saham tidak menular ke nilai tukar mata uang Garuda. Rupiah justru ditutup merana, melemah 0,09 persen ke level Rp17.110 per dolar AS.
Baca Juga: Fondasi Ekonomi Warga RI Mulai Retak, Tanda-tandanya Mulai Muncul
Posisi ini merupakan level penutupan terlemah sepanjang sejarah Rupiah terhadap greenback. Pelemahan ini cukup ironis mengingat indeks dolar AS sebenarnya sedang mengalami koreksi.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 50,24 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,79 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,06 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 570 saham bergerak naik, sedangkan 163 saham mengalami penurunan, dan 226 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, RICY, PURI, PPRE, DEFI, MDIA, BAPA, BNBR, CSMI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MSIN, TRUK, DFAM, CANI, MMIX, LUCY, TIRT, KREN.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM