- Nafta, bahan baku utama plastik dari minyak bumi, harganya melonjak 67,77% secara tahunan.
- Konflik Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz menjadi pemicu utama kelangkaan pasokan global.
- Harga produk plastik di pasar mulai naik, membebani pelaku UMKM dan konsumen rumah tangga.
Suara.com - Badai kenaikan harga komoditas kembali menghantam industri manufaktur Tanah Air. Kali ini, sorotan tertuju pada nafta (naphtha), komponen krusial dalam rantai produksi plastik yang harganya terus mendaki hingga menyentuh level mengkhawatirkan.
Lantas, apa sebenarnya nafta itu? Nafta adalah senyawa cair turunan minyak bumi yang berfungsi sebagai bahan baku utama (feedstock) bagi industri petrokimia.
Lewat proses pemanasan di pabrik cracker, nafta dipecah menjadi senyawa dasar seperti etilena dan propilena, yang kemudian diolah menjadi berbagai jenis plastik seperti PE (kantong plastik) hingga PP (kemasan makanan).
Berdasarkan data pasar terbaru per April 2026, harga nafta global telah melesat hingga 67,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara year-to-date (ytd), kenaikannya bahkan nyaris menyentuh angka 100 persen akibat dipicu oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Penyebab utama kenaikan harga ini tak lain adalah gangguan pasokan di Selat Hormuz. Blokade di jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut telah memaksa harga minyak mentah ikut terbang, yang secara otomatis menyeret biaya produksi nafta.
Kondisi ini membuat para produsen lokal, termasuk raksasa petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), terpaksa mengambil langkah mitigasi ekstrem seperti mengurangi tingkat operasional pabrik karena kelangkaan pasokan bahan baku.
Efek domino dari lonjakan bahan baku ini sudah mulai dirasakan di pasar-pasar tradisional. Harga kemasan plastik di tingkat pedagang dilaporkan merangkak naik, dari kisaran Rp27.000 menjadi Rp30.000 per pak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci
-
Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List
-
Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak
-
Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik
-
KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif
-
Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak
-
Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini
-
IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA