Bisnis / Energi
Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB
Kapal tanker milik China, Rich Starry gagal menembus blokade laut Amerika Serikat di Teluk Persia, Rabu (15/4/2026). Dipaksa kembali ke Selat Hormuz. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kapal tanker China, Rich Starry, gagal menembus blokade laut Amerika Serikat di Teluk Persia pada Rabu, 14 April 2026.
  • Pemerintah Amerika Serikat menerapkan blokade Teluk Persia untuk menekan Iran dalam perundingan pascaperang yang dimulai Februari lalu.
  • Militer Amerika Serikat berhasil menghentikan pergerakan kapal yang masuk dalam daftar sanksi karena memiliki rekam jejak berdagang dengan Iran.

Suara.com - Kapal tanker milik China, Rich Starry gagal menembus blokade laut Amerika Serikat di Teluk Persia. Kapal tersebut dipaksa kembali lagi ke Selat Hormuz pada Rabu (14/4/2026) setelah berusaha untuk berlayar keluar perairan tersebut pada Selasa kemarin.

Rich Starry adalah tanker ukuran medium yang membawa 250.000 barel metanol yang dimuat di Pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab (UEA) - demikian menurut data firma intelijen kemaritiman Kpler.

Meski membawa muatan dari UEA - AS hanya memblokade kapal-kapal yang membawa muatan dari pelabuhan-pelabuhan Iran - tapi Rich Starry dan pemiliknya Shanghai Xuanrun Shipping Co masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat karena pernah berdagang dengan Iran.

Rich Starry sendiri termasuk dalam delapan kapal yang berusaha menembus blokade AS di Teluk Persia pada Selasa kemarin. Militer AS sendiri mengatakan dua kapal destroyer mencegat dua kapal tanker yang berlayar dari pelabuhan Chabar, Iran pada Selasa.

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan kemarin ini mengumumkan bahwa pihaknya akan memblokade Teluk Persia untuk mencegah kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran.

Blokade laut itu dilakukan untuk menekan Iran dalam perundingan antara dua negara setelah perang yang berlangsung sejak 28 Februari lalu gagal meruntuhkan rezim Teheran.

"Selama 24 jam, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS," klaim US Central Command, komando tempur terpadu AS yang bertanggung jawab atas wilayah Timur Tengah, Afrika Timur dan Asia Selatan.

Blokade AS semakin menyulitkan lalu-lintas kapal-kapal dagang di Teluk Persia, setelah Iran juga menutup Selat Hormuz.

Selain Rich Starry, Kpler juga mencatat adalah tanker raksasa Alicia yang berlayar menuju pelabuhan minyak Iran pada Rabu. Kapal tersebut juga masuk dalam daftar sanksi AS, karena pernah memuat minyak Iran pada 2023. Kapal itu bisa memuat 2 juta barel minyak.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Di hari yang sama kapal tanker raksasa Agios Fanaourios I yang berbendera Malta juga memasuki Teluk Persia. Kapal tersebut, dengan daya muat 2 juta barel, hendak menuju Basra, Irak untuk mengangkut minyak milik perusahaan kilang Vietnam, Nghi Son.

Load More