- Nilai tukar rupiah menguat tipis sebesar 0,05 persen ke level Rp17.134 per dolar AS pada Kamis, 16 April 2026.
- Analis memprediksi rupiah akan bergerak mendatar pada rentang Rp17.100 hingga Rp17.200 akibat ketidakpastian situasi geopolitik Timur Tengah.
- Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan tren positif mata uang Asia lainnya yang turut menguat terhadap dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (16/4/2026). Sebelumnya, rupiah terus mengalami pelemahan.
Berdasarkan data bloomberg, rupiah dibuka Rp17.134. Level ini membuat rupiah menguat 0,05 persen dibandingkan perdagangan Selasa (14/4/2026) di level Rp17.143
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah masih diperkirakan akan berkonsolidasi / datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS.
"Walau sentimen global umumnya masih positif oleh harapan perdamaian di timteng, namun sentimen domestik masih lemah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, investor cenderung masih menghidari rupiah. Terlebih situasi geopolitik di Timur Tengah yang berubah-berubah.
"Perkiraan rupiah akan bergerak 17100-17200," imbuhnya.
Sementara itu, kurs Jisdor BI menunjukkan rupiah berada di level Rp17.141. Hal itu juga terjadi pada mata uang Asia lainnya bergerak.
Rinciannya, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,42 persen.
Disusul, dolar Taiwan yang menanjak 0,31 persen. Selanjutnya ada yen Jepang yang terkerek 0,17 persen.
Baca Juga: Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
Lalu ada won Korea Selatan dan peso Filipina yang sama-sama terangkat 0,14 persen. Berikutnya, ringgit Malaysia naik 0,13 persen dan dolar Singapura terapresiasi 0,09 persen.
Diikuti, dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,05 persen. Sedangkan, yuan China terlihat bergerak tipis dengan kecenderungan naik terhadap the greenback di pagi ini.
Berita Terkait
-
Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD
-
Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD
-
Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi
-
Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006
-
Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG
-
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk