- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 17.143 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 15 April 2026.
- Pelemahan rupiah terjadi akibat tekanan faktor fundamental domestik yang lemah serta aliran modal keluar secara berkelanjutan.
- Kondisi rupiah yang melemah berbanding terbalik dengan indeks dolar AS yang sedang mengalami penurunan cukup signifikan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih lunglai melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir perdagangan Rabu, 15 April 2026. Padahal, dolar AS mengalami pelemahan tapi belum bisa membangkitkan mata uang Garuda.
Berdasarkan data bloomberg, rupiah ditutup Rp 17.143 per dolar AS, melemah 0,09 persen dibandingkan perdagangan Selasa (14/4/2026) di level Rp 17.127 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan pelemahan rupiah ini terbilang kontras dengan kondisi indeks dolar AS yang saat ini justru tengah tertekan.
Apalagi, melemahnya fundamental domestik dan derasnya aliran modal keluar (outflow) menjadi faktor utama yang membebani mata uang Garuda.
"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS, walaupun indeks dolar AS sebenarnya masih berada di level terendah dalam enam minggu terakhir di tengah harapan akan perdamaian di Timur Tengah," ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan pelemahan ini mencerminkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih didorong oleh faktor internal. Ia menyoroti adanya outflow atau keluarnya modal asing secara berkelanjutan dari pasar keuangan dalam negeri.
Selain itu, fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih lemah membuat rupiah tidak mampu memanfaatkan momentum penurunan indeks dolar AS untuk berbalik menguat.
“Lemahnya rupiah mencerminkan outflow yang berkelanjutan dan fundamental domestik yang kurang bertenaga," tegasnya.
Sementara itu kurs Jisdor BI menunjukkan rupiah berada di level Rp17.141. Hal itu juga terjadi pada mata uang Asia lainnya bergerak melemah.
Baca Juga: Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
Rinciannya, Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,37 persen, disusul won Korea yang melemah 0,15 persen.
Lalu, dolar Hong Kong melemah 0,04 perssn, yuan China melemah 0,03 persen. Dolar Taiwan melemah 0,03 persen.
Diikuti yen Jepang melemah 0,02 persen dan rupee India melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan baht Thailand, ringgit Malaysia dan dolar Singapura menguat terhadap dolar AS sore ini. Ketiga negara ini memgalami penguatan masing masing 0,08 persen, 0,07 persen dan 0,02 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru