- Wamenkeu Juda Agung menyatakan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan utama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
- Pemerintah mengoptimalkan alokasi APBN untuk sektor pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan guna meningkatkan produktivitas serta pertumbuhan ekonomi nasional.
- Indonesia menargetkan posisi lima besar kekuatan ekonomi dunia dengan Produk Domestik Bruto mencapai 9,8 triliun Dolar AS.
Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan, visi besar Indonesia Emas 2045 masih dihadapkan pada tantangan utama berupa kualitas sumber daya manusia (SDM).
Wamenkeu menyebut, rata-rata lama sekolah masyarakat Indonesia saat ini masih sekitar 8,8 tahun, di bawah beberapa negara Asia lainnya. Selain itu angka partisipasi pendidikan tinggi juga masih perlu ditingkatkan.
"Pemerintah terus mendorong berbagai program pendidikan, termasuk pembangunan sekolah rakyat dan penguatan sekolah unggulan, guna memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi muda," katanya, dikutip dari siaran pers, Jumat (17/4/2026).
Wamenkeu juga menyoroti bonus demografi Indonesia yang saat ini didominasi oleh penduduk usia produktif. Momentum ini dinilai sebagai peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, Juda menjelaskan peran kebijakan fiskal melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendapatan negara yang berasal dari pajak dan bea cukai digunakan untuk membiayai pembangunan, mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga bantuan sosial.
“Bagaimana mengalokasikan belanja-belanja kepada sektor-sektor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat SDM, memperkuat sains, teknologi, research and development, pendidikan, kesehatan, juga dari sisi infrastruktur, hilirisasi industri, kemudian juga untuk pemerataan. Itulah peran dari fiskal,” beber dia.
Demi mencapai Indonesia Emas 2045, Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan Produk Domestik Bruto sebesar 9,8 triliun Dolar AS dengan pendapatan per kapita lebih dari 13 ribu Dolar AS.
Berdasarkan data terbaru saat ini, Indonesia masih menempati peringkat ke-16 ekonomi dunia dengan nilai PDB sekitar 1,5 triliun Dolar AS. Pendapatan per kapita berada di angka 5.030 per tahun Dolar AS, yang masih tergolong negara berpendapatan menengah.
Baca Juga: 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya
Berita Terkait
-
103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
4 Rekomendasi Skin Tint untuk Anak Sekolah, Ringan dan Tetap Natural Seharian
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Siap-Siap! Pajak Kendaraan Berbasis Emisi Berlaku, Mobil Polutif Bakal Kena Tarif Mahal
-
Siap-siap! Harga Pakaian Bakal Melonjak Tinggi
-
Kelas Menengah di RI Capai 185,35 Juta Orang, Terancam Turun Buntut Tekanan Daya Beli
-
Satu Kapal Setara Ribuan Truk, Ini Efisiensi Distribusi BBM
-
Investor RI Kini Bisa Beli Saham Global Lewat Blockchain, Begini Caranya
-
BRI Setor Dividen Jumbo ke Danantara, Indef: Bukti Dukungan Program Pemerintah
-
Temukan Peluang Kembangkan Usaha, Mardiana Pilih Tumbuh Bersama PNM Mekaar
-
Bahlil Ungkap Nasib Harga BBM Pertamax Cs, Kapan Diumumkan?
-
Pertanian dan UMKM Jadi Andalan Ekonomi Baru
-
Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD