- Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran hoaks di platform Threads terkait kepemilikan 750 dapur Makan Bergizi Gratis ke Polda Metro.
- Laporan resmi bernomor STTP/B/2746/SPKT/POLDA METRO JAYA diterima polisi pada 18 April 2026 atas dugaan pelanggaran UU ITE.
- Penyidik Polda Metro Jaya kini tengah mendalami bukti dan menyelidiki pelaku penyebaran konten manipulasi data elektronik tersebut.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dari anggota DPR RI Fraksi PAN, Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya. Laporan ini berkaitan dengan dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks yang mencatut namanya dalam program nasional pemerintah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan keterangan resmi mengenai adanya aduan dari publik figur berusia 51 tahun tersebut. Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami bukti-bukti yang diserahkan oleh pelapor terkait konten di media sosial.
"Iya benar (ada laporan), penyebaran berita bohong," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto sebagaimana dilansir Antara, Minggu (19/4/2026).
Laporan polisi tersebut telah teregistrasi secara resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.
Berdasarkan data kepolisian, laporan tersebut tercatat dengan nomor STTP/B/2746/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 18 April 2026 pukul 22.10 WIB.
Uya Kuya melaporkan adanya unggahan di platform media sosial Threads yang memuat foto dirinya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Unggahan tersebut disertai dengan narasi hasil suntingan yang menyebutkan bahwa Uya Kuya memiliki 750 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tindakan hukum ini diambil karena Uya Kuya sebagai korban merasa dirugikan oleh penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan fakta tersebut. Narasi yang beredar di media sosial dianggap dapat menggiring opini publik yang keliru terhadap posisinya sebagai pejabat publik.
Dalam berkas laporannya, pihak pelapor menyertakan dugaan pelanggaran Tindak Pidana Kejahatan Informasi Dan Transaksi Elektronik. Hal ini merujuk pada UU Nomor 1/2024 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Hentikan Kasus Ijazah Palsu Jokowi untuk 3 Tersangka, Ini Alasannya
Pasal yang disangkakan dalam laporan tersebut adalah Pasal 51 Ayat (1) Juncto Pasal 35 UU ITE terkait manipulasi data elektronik seolah-olah data tersebut otentik. Selain itu, laporan juga mencantumkan Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP yang mengatur tentang dugaan pemalsuan surat atau dokumen.
Hingga saat ini, identitas pemilik akun Threads yang mengunggah konten foto suntingan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim siber.
Polisi belum membeberkan secara rinci mengenai motif di balik munculnya angka 750 dapur yang diklaim milik anggota DPR tersebut.
Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa penyidik masih perlu melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap laporan dari politisi PAN tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang sedang mendapatkan perhatian luas dari masyarakat Indonesia.
Pencatutan nama tokoh publik dalam skema pelaksanaan program ini dianggap sebagai isu sensitif yang memerlukan klarifikasi hukum.
Berita Terkait
-
Uya Kuya Klarifikasi Disebut Punya 750 Dapur MBG
-
Polda Metro Jaya Hentikan Kasus Ijazah Palsu Jokowi untuk 3 Tersangka, Ini Alasannya
-
Status Tersangka Rismon di Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Resmi Dicabut!
-
Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi
-
Pelaku Tangkap Terduga Pembunuh Wanita Paruh Baya di Tangsel, Ternyata Mantan Suami
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Shakira hingga BTS Tampil di Final Piala Dunia 2026, Ini Fakta Halftime Show Bersejarah
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum
-
Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!