- Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 12 poin ke level 7.621 pada perdagangan Senin, 20 April 2026 di Jakarta.
- Pergerakan pasar dipengaruhi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.
- Sentimen domestik tertolong peringkat layak investasi dari S&P, namun tertekan oleh potensi inflasi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terkoreksi pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. IHSG merosot 12 poin atau 0,16 persen ke level 7.621.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG cenderung fluktuatif di tengah dinamika global dan domestik yang saling tarik-menarik.
Bursa saham Asia sendiri terpantau bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, meskipun dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pilarmas menjelaskan, sentimen global masih dipengaruhi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan meningkat setelah adanya penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh militer AS di Teluk Oman.
Selain itu, Iran juga memberi sinyal tidak akan melanjutkan putaran kedua negosiasi dengan Washington, yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan konflik.
"Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, terutama terkait potensi gangguan distribusi energi di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia," tulis Pilarmas dalam risetnya.
Di tengah tekanan tersebut, pasar mendapat sedikit katalis positif dari kebijakan moneter China. Bank sentral China (PBOC) memutuskan mempertahankan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR), dengan LPR satu tahun tetap di level 3,0 persen dan LPR lima tahun di 3,5 persen.
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa otoritas China masih menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5 persen, lebih tinggi dari capaian akhir 2025 sebesar 4,5 persen.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Hal ini menegaskan posisi Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi (investment grade).
Baca Juga: IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi
Pemerintah juga dinilai konsisten menjaga disiplin fiskal, termasuk memastikan defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Namun, Pilarmas mengingatkan bahwa pasar masih menghadapi tekanan dari kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kebijakan ini berpotensi mendorong inflasi, terutama melalui kenaikan biaya transportasi dan logistik.
Di sisi lain, penahanan harga BBM subsidi memang membantu meredam dampak inflasi, namun berisiko menambah beban fiskal pemerintah melalui subsidi dan kompensasi energi.
"Bagi pasar keuangan, kondisi ini cenderung netral hingga negatif dalam jangka pendek karena menciptakan trade-off antara stabilitas inflasi dan kesehatan fiskal," jelas Pilarmas.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 23,10 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,36 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,49 juta kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik
-
Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS
-
Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru
-
Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta
-
Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani
-
Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut
-
Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa