-
Pembukaan Selat Hormuz menunggu kesepakatan damai permanen antara Amerika Serikat dan Iran.
-
Menteri Energi AS memprediksi penyelesaian konflik memerlukan waktu sekitar dua minggu ke depan.
-
Gencatan senjata terancam gagal setelah terjadi aksi penembakan terhadap kapal Prancis dan Inggris.
Suara.com - Akses pelayaran komersial di Selat Hormuz dipastikan belum akan normal sebelum Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian permusuhan secara permanen.
Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menegaskan bahwa pembukaan jalur air strategis tersebut bergantung sepenuhnya pada hasil meja perundingan kedua negara.
Dikutip dari The Hill, langkah diplomatik ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi ancaman militer yang mengganggu arus logistik energi di kawasan Teluk yang sangat sensitif.
Wright memberikan sinyal bahwa stabilitas keamanan di jalur distribusi minyak dunia tersebut memerlukan komitmen serius dari pihak Teheran untuk melucuti kekuatan militernya.
Kebijakan ini menjadi tekanan baru bagi pasar global yang sangat bergantung pada kelancaran lalu lintas kapal melalui selat yang memisahkan Teluk Oman dan Teluk Persia.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menyampaikan pandangannya mengenai kapan waktu yang tepat bagi kapal-kapal untuk melintasi titik penyempitan yang kritis tersebut secara aman.
“Setelah sebuah kesepakatan tercapai,” ujar Wright kepada pembawa acara Jake Tapper dalam program “State of the Union” di CNN.
Keyakinan pemerintah Amerika Serikat muncul karena kesiapan armada laut serta kesepakatan yang diharapkan tidak memakan waktu lama untuk difinalisasi secara hukum.
“Itu tidak akan terjadi di masa depan yang terlalu jauh,” tambah Menteri Energi tersebut memberikan harapan pada percepatan solusi konflik.
Baca Juga: Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk
Wright menyatakan bahwa semua pihak saat ini dalam posisi siaga, termasuk kesiapan kapal-kapal yang sudah menunggu lampu hijau untuk segera berlayar kembali.
Opsi Militer dan Diplomasi
Amerika Serikat telah menunjukkan kekuatan fisiknya dengan mengirimkan armada tempur untuk memastikan kepentingan mereka di kawasan perairan internasional tetap terjaga.
“Orang-orang siap berangkat, kapal-kapal ada di sana. Amerika Serikat mengerahkan dua kapal perang melalui selat itu,” ungkap Chris Wright dalam wawancara tersebut.
Washington menekankan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memaksa jalur tersebut terbuka, namun tetap mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi paling ideal bagi semua.
“Kita bisa membukanya dengan satu atau lain cara, tetapi cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengakhiri konflik dan Iran yang tidak lagi bertaring serta dilucuti senjatanya,” tegas Wright.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
Terkini
-
Cegah Aset Sitaan Menyusut, DPR Usul Badan Khusus Biar Aset Koruptor Tak Menguap
-
Tak Dikabulkan PN Tipikor Jakarta, Irvian Bobby Sultan Kemnaker Batal Jadi Saksi Sidang Noel
-
Heboh Ultah Komu! Saat 41 Ribu Orang Rela Antre Demi Lihat Gorila Pemetik Kelapa di Ragunan
-
Legal Tapi Dipersoalkan, Pengangkatan Anak Bupati Malang Disorot Pakar
-
Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi
-
MBG Basi atau Cuma Nasi-Kentang? Jamintel Kejagung: Foto dan Lapor Lewat Jaga Desa!
-
Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, Publik Tuntut Pelaku di-DO
-
JPU Tolak 3 Bos Google Jadi Saksi Nadiem, Ini Alasannya
-
Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat
-
Maling Bobol Plafon Toko Vape di Ciracas, Pemilik Rugi Puluhan Juta