- Pemerintah siapkan tax holiday dan tax allowance untuk tarik investor sektor bioetanol.
- Target implementasi E10 pada 2028, pembangunan pabrik dan lahan bahan baku harus mulai tahun ini.
- Selain tebu dan singkong, sorgum disiapkan jadi bahan baku utama dukung kemandirian energi.
Suara.com - Pemerintah tancap gas mengejar target implementasi campuran etanol dalam bahan bakar sebesar 10% (E10) pada tahun 2028. Tak main-main, sederet insentif mulai disiapkan untuk merayu investor agar mau melirik industri bioetanol di Tanah Air.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa insentif merupakan kunci utama untuk membangun ekosistem ini dari hulu ke hilir.
"Untuk semua investment yang ada di Indonesia, kita memang kasih insentif dalam bentuk tax holiday dan tax allowance," ujar Todotua saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Meski skema umum seperti diskon pajak sudah tersedia, Todotua memberi sinyal adanya dukungan tambahan. Mengingat bioetanol masuk dalam agenda strategis nasional, pemerintah siap melakukan penetrasi pasar layaknya kesuksesan program biodiesel B40 hingga B50.
"Khusus untuk ini pun nanti akan kita running karena seperti program kita dulu masuk ke biofuel B40 sampai B50 itu ada penetrate-penetrate yang dilakukan," imbuhnya.
Pemerintah merasa perlu "ngebut" karena waktu yang tersisa tidak banyak. Membangun pabrik pengolahan (plant) bioetanol bukanlah perkara semalam jadi. Oleh karena itu, Todotua menargetkan proses investasi dan konstruksi harus sudah dimulai tahun ini.
"Ini sudah harus kita mulai dengan secara serius karena 2028 maksimal itu adalah waktu yang sangat cepat. Membangun plant itu butuh waktu, maka tahun ini sudah harus kita lakukan," tegasnya.
Saat ini, pemerintah tengah menggodok dua komponen utama investasi yakni pembangunan fasilitas pengolahan etanol dan pengembangan bahan baku berkelanjutan.
Menariknya, pemerintah tidak hanya mengandalkan tebu atau singkong. Sorgum kini dijagokan sebagai salah satu bahan baku pelengkap untuk menyokong kebutuhan produksi nasional. Saat ini, pemerintah pun sedang merampungkan studi kelayakan (feasibility study) sebelum proyek benar-benar masuk tahap konstruksi.
Baca Juga: Bukan Lagi Rp0, Ini Bocoran Nominal Pajak Mobil Listrik Terbaru Sesuai Permendagri
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo