- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan harga BBM nonsubsidi di Indonesia berpotensi kembali naik mengikuti dinamika pasar minyak dunia.
- Penyesuaian harga dilakukan pada produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang kini telah mengalami kenaikan tarif.
- Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami penyesuaian harga sesuai regulasi yang berlaku.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memungkinkan harga BBM nonsubsidi bisa alami kenaikan kembali. Hal ini terjadi jika harga minyak dunia terus meroket.
Bahlil memastikan, khusus untuk BBM non subsidi penyesuaiannya mengikuti dinamika harga minyak global.
"Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM non-subsidi, itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kita lihat penyesuaiannya," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (20/4/2026).
Untuk diketahui, sejumlah produk BBM non subsidi mengalami kenaikan harga, seperti Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.400 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing melonjak ke angka Rp 23.600 dan Rp 23.900 per liter.
Sementara untuk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green tidak mengalami kenaikan harga. Pertamax masih dibanderol seharga Rp12.300 per liter dan Pertamax Green di harga Rp12.900 per liter.
Terkait kedua produk tersebut, Bahlil mengaku tidak dapat memastikan harganya tetap stabil. Penentuan harganya tetap mengacu pada dinamika pasar minyak global.
"Kalau harganya turun, ya enggak naik. Tapi kalau harganya begini terus (naik), ya mungkin pasti ada penyesuaian," katanya.
Namun demikian, Bahlil menegaskan, harga BBM bersubsidi seperti, Pertalite dan Solar tidak mengalami penyesuaian.
"Karena kan yang bisa kita jamin, negara, pemerintah, bisa menjamin itu kan adalah harga (BBM) subsidi. Dan itu kan Peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya," pungkas Bahlil.
Baca Juga: Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pemerintah Guyur Insentif 'Pemanis' Buat Investor Bioetanol
-
Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,3 Persen
-
Pasar Mulai Berbalik Arah, IHSG Terkoreksi ke Level 7.594
-
Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil
-
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berpengaruh ke Orang Kaya
-
Harga LPG Non-Subsidi 'Terbang', Bahlil: Pemerintah Tak Campur Tangan, Ikut Harga Dunia!
-
Rupiah Semu di Level Rp17.168
-
Kuat di Domestik, Kompetitif di Pasar Global: 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Pertamina
-
BEI Resmi Terapkan Liquidity Provider Saham
-
Prabowo Tunjuk Airlangga Jadi Ketua Satgas Pertumbuhan Ekonomi, Wakilnya Purbaya