Bisnis / Energi
Senin, 20 April 2026 | 18:03 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengingatkan kalangan kelas atas agar tidak beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite, menyusul kenaikan harga pada sejumlah produk BBM non-subsidi. Foto Yaumal-Suara.com
Baca 10 detik
  • Bahlil sindir orang kaya jangan curi hak rakyat miskin dengan beralih ke BBM subsidi.
  • Pemerintah batasi beli BBM subsidi 50 liter/mobil, motor masih dibebaskan tapi harus bijak.
  • Harga Pertamax Turbo & Dex naik tajam per 18 April, Pertamax 92 terpantau masih stabil.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengingatkan kalangan kelas atas agar tidak beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite, menyusul kenaikan harga pada sejumlah produk BBM non-subsidi.

Bahlil menegaskan bahwa BBM bersubsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kalangan mampu yang memaksakan diri menggunakan BBM subsidi sama saja dengan merampas hak orang lain yang lebih berhak.

"Saya cuma mau sampaikan BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen. Karena harga BBM RON 98 naik, tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa enggak malu kita?," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (20/4/2026). 

Bahlil mengingatkan pemerintah juga telah mengambil sejumlah langkah guna mengendalikan penggunaan BBM subsidi. Salah satunya dengan membatasi pembeliannya, yakni 50 liter untuk setiap mobil. 

Sementara untuk kendaraan sepeda motor, pembeliannya tidak dilakukan pembatasan. Namun demikian Bahlil mengingatkan masyarakat harus tetap bijak menggunakannya. 

"Pengawasan itu ada, tetapi yang terpenting itu adalah keinsafan dari diri kita. Masa sih kita harus diawasi terus. Malu enggak, diawasi terus? ujar Bahlil.

Terhitung sejak 18 April 2026 lalu, sejumlah produk BBM non-subsidi di SPBU Pertamina mengalami kenaikan harga. 

Pertamax Turbo naik menjadi  Rp 19.400 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing melonjak ke angka Rp23.600 dan Rp23.900 per liter. 

Sementara untuk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green tidak mengalami kenaikan harga. Pertamax masih dibanderol seharga Rp12.300 per liter dan Pertamax Green di harga Rp12.900 per liter. 

Baca Juga: Bahlil Beri Peringatan Harga BBM Nonsubsidi Bisa Naik Terus, Jika...

Load More