- OJK mempersiapkan peluncuran ETF Emas di pasar modal Indonesia yang diatur melalui POJK Nomor 2 Tahun 2026.
- Instrumen investasi ini bertujuan memperdalam pasar keuangan serta memberikan diversifikasi portofolio yang likuid bagi investor ritel maupun institusi.
- OJK sedang melakukan koordinasi dengan pelaku industri agar produk ETF Emas dapat mulai diperdagangkan tahun 2026 ini.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mematangkan persiapan peluncuran instrumen investasi baru, yakni Exchange Traded Fund (ETF) Emas.
Produk ini diproyeksikan menjadi terobosan untuk memperdalam pasar keuangan serta meningkatkan gairah aktivitas investasi di pasar modal Indonesia.
Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional (DPVR) OJK, M. Maulana, menyatakan bahwa regulasi yang memayungi produk ini sudah siap, yakni tertuang dalam
Menurutnya, kehadiran ETF Emas adalah langkah strategis OJK dalam upaya pendalaman pasar (market deepening).
"ETF Emas ini diatur dalam POJK Nomor 2 Tahun 2026. Ini merupakan salah satu upaya OJK untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia melalui pengembangan produk baru," ujar M. Maulana di Gedung BEI, Senin (20/4/2026).
Pengembangan ETF Emas bukan sekadar inovasi produk, melainkan bagian integral dari delapan rencana aksi yang telah disiapkan OJK.
Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih bervariasi sehingga mampu menarik lebih banyak investor, baik ritel maupun institusi.
Maulana optimistis bahwa instrumen berbasis emas ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas namun melalui mekanisme pasar modal yang lebih likuid dan transparan.
"Kami berharap ini bisa menjadi pendorong peningkatan jumlah investor dan aktivitas di pasar modal. Ini juga bagian dari delapan rencana aksi yang kami siapkan, salah satunya pendalaman pasar," tambahnya.
Baca Juga: Emas Antam Melesat, Harga Hari Ini Tembus Rp2,88 Juta/Gram
Meski payung hukumnya telah tersedia, Maulana menjelaskan bahwa saat ini OJK masih berada dalam tahap koordinasi intensif dengan para pelaku industri.
Hal ini dikarenakan operasional ETF Emas melibatkan ekosistem yang kompleks, mulai dari perusahaan efek hingga penyedia jasa penyimpanan emas.
Beberapa pihak utama yang terlibat dalam proses ini antara lain Perusahaan Efek, Bank Kustodian sebagai penyimpan dana investor hingga Bank Bullion, lembaga yang melayani transaksi keuangan berbasis emas.
"Untuk tahap saat ini, regulasinya sudah ada, tetapi pelaku industrinya masih dalam tahap koordinasi. Karena nanti melibatkan beberapa pihak, seperti perusahaan efek, bank kustodian, dan juga bank bullion. Saat ini yang sudah ada (kapasitasnya), misalnya Pegadaian dan BSI," jelas Maulana.
Proses persiapan dan sinkronisasi antarlembaga terus digenjot agar produk ini segera bisa dinikmati publik. OJK menargetkan seluruh proses persiapan teknis dapat rampung dalam waktu dekat sehingga ETF Emas bisa mulai diperdagangkan di bursa tahun ini.
"Jadi masih dalam proses persiapan dan koordinasi. Kami harapkan tahun ini sudah bisa berjalan," pungkasnya.
Hadirnya ETF Emas diharapkan dapat memberikan alternatif diversifikasi portofolio bagi investor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pasar modal di tingkat regional
Berita Terkait
-
Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL