- J.P. Morgan memasukkan Arab Saudi dan Filipina ke dalam indeks obligasi GBI-EM mulai 29 Januari 2027 mendatang.
- Aturan baru membatasi bobot maksimal negara dalam indeks dari sepuluh persen menjadi sembilan persen untuk menjaga diversifikasi.
- Kebijakan tersebut menyebabkan pemangkasan bobot obligasi Indonesia dan berpotensi memicu aliran keluar dana investasi secara pasif.
Penurunan ini berpotensi memicu aliran dana keluar (outflow) pasif, karena manajer investasi yang menggunakan strategi indeks (indexing) harus menjual sebagian kepemilikan obligasi mereka agar sesuai dengan postur baru yang ditetapkan J.P. Morgan.
Meskipun pengumuman ini mencerminkan pengakuan terhadap kedalaman pasar modal Arab Saudi dan Filipina, pasar obligasi Indonesia tetap dinilai kompetitif.
Penurunan bobot akibat aturan Country Cap lebih bersifat teknis-struktural daripada mencerminkan penurunan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi nasional.
Hingga saat ini, stabilitas ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan di atas 5 persen dan pengelolaan fiskal yang disiplin tetap menjadi daya tarik utama.
Namun, dengan masuknya pemain besar seperti Arab Saudi yang membawa likuiditas Sukuk masif, persaingan untuk memperebutkan dana global dipastikan akan semakin ketat.
Berita Terkait
-
Bongkar Resep Performa Solidnya, Jay Idzes: Selalu Berpikir Saya yang Terbaik
-
Kata-kata Menlu Singapura Tolak Purbaya Soal Tarif Selat Malaka
-
WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban
-
Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi
-
Adaptasi Shuttlecock Cepat Jadi Fokus Tim Indonesia Jelang Piala Thomas & Uber 2026
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?