- Laba bersih BCA Kuartal I-2026 naik 3,8% menjadi Rp14,7 triliun.
- Penyaluran kredit capai Rp994 triliun dengan dominasi sektor produktif.
- Dana murah (CASA) tumbuh kuat 11,2%, capai Rp1.089 triliun.
Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan taringnya sebagai raksasa perbankan tanah air. Memasuki awal tahun 2026, bank berkode saham BBCA ini sukses membukukan kinerja keuangan yang positif dengan raihan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026.
Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY) yang sebesar Rp14,1 triliun.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan bahwa motor penggerak utama pertumbuhan laba ini adalah kenaikan pendapatan operasional (operating income) yang menyentuh angka Rp27,8 triliun, atau tumbuh 1,1 persen secara tahunan.
"Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8 persen secara tahunan," ujar Hendra dalam pemaparan kinerja secara virtual, Kamis (23/4/2026).
Sejalan dengan komitmen mendukung pemulihan ekonomi nasional, total penyaluran kredit BCA hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp994 triliun, alias tumbuh 5,6 persen YoY.
Kinerja intermediasi yang apik ini didukung oleh likuiditas yang sangat solid. Dana Giro dan Tabungan (CASA) BCA melonjak signifikan sebesar 11,2 persen menjadi Rp1.089 triliun. Alhasil, porsi dana murah ini mendominasi struktur pendanaan perusahaan dengan kontribusi mencapai 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).
Adapun total DPK secara keseluruhan tercatat tumbuh 8,3 persen YoY menjadi Rp1.292,4 triliun. "Peningkatan dana murah ini tak lepas dari pengembangan layanan perbankan transaksi kami, baik melalui kanal digital maupun non-digital yang terus diperkuat," imbuh Hendra.
Meski agresif dalam menyalurkan pembiayaan, BCA tetap disiplin dalam manajemen risiko. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga di level rendah yakni 1,8 persen, dengan rasio Loan at Risk (LAR) di angka 5,1 persen. Sebagai langkah antisipatif, BCA juga menyiapkan pencadangan yang kuat dengan rasio NPL coverage sebesar 174,6 persen.
Tak hanya soal profit, BCA juga semakin hijau. Penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan (ESG) tumbuh 10 persen menjadi Rp258,4 triliun, menyumbang 26 persen dari total portofolio. Menariknya, pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melonjak drastis hingga 53,5 persen secara tahunan.
Baca Juga: Solusi Beli Emas Tanpa Antre, Simak Cara Mudah Tarik Emas Fisik Lewat Mesin ATM
Di sektor kerakyatan, kredit UMKM juga mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan 12 persen menjadi Rp146 triliun. Capaian ini menegaskan posisi BCA dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?
-
Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak
-
BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
-
Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah
-
Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos
-
Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar
-
Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
-
Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?
-
Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026