Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 24 April 2026 | 11:04 WIB
Ilustrasi pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. [Antara]
Baca 10 detik
  • DPRD Kayong Utara dan PT Dharma Inti Bersama berkolaborasi mempercepat pembangunan Kawasan Industri Pulau Penebang untuk pengolahan bauksit.
  • DPRD menuntut transparansi progres proyek agar masyarakat dapat mengawasi investasi strategis tersebut demi menjamin kepercayaan publik daerah.
  • Pembangunan KIPP memberikan dampak ekonomi positif melalui penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan pendapatan asli daerah.

Progres Pembangunan dan Efek Berganda Ekonomi

Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]

Perwakilan manajemen PT DIB menjelaskan bahwa pembangunan KIPP saat ini terus berjalan, termasuk infrastruktur utama seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional penuh kawasan ditargetkan dimulai pada 2028.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kehadiran KIPP juga mulai menciptakan efek berganda (multiplier effect) di berbagai sektor ekonomi.

Aktivitas proyek meningkatkan perputaran uang di masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta mendorong permintaan bahan baku dari desa-desa sekitar.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), mulai dari bantuan kebutuhan pokok, dukungan energi, hingga pembangunan infrastruktur dasar di wilayah sekitar kawasan industri.

Kontribusi fiskal juga mulai terlihat melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir, dengan potensi pertumbuhan lebih besar saat kawasan mulai beroperasi penuh.

Sinergi Tiga Pilar Pembangunan

Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Zamad, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan KIPP sangat bergantung pada kolaborasi tiga pilar Utama, yakni pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya

Percepatan pembangunan KIPP yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group, menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor publik dan swasta dapat menjadi katalis kuat bagi transformasi ekonomi daerah dari wilayah kepulauan menjadi pusat industri yang tumbuh berkelanjutan dan inklusif.

Load More