- Kunjungan wisatawan ke PIK tahun 2025 melampaui 30 juta orang.
- PIK jadi kawasan wisata perkotaan dengan pertumbuhan tercepat.
- PIK diproyeksikan jadi konektivitas baru menuju Kepulauan Seribu.
Suara.com - Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) terus menunjukkan taringnya sebagai magnet ekonomi baru di Indonesia. Tak hanya sukses di sektor properti, PIK kini bertransformasi menjadi raksasa pariwisata perkotaan dengan catatan kunjungan yang fantastis.
CEO Agung Sedayu Group, Steven Kusumo, mengungkapkan bahwa ekosistem pariwisata di PIK berkembang sangat masif. Hingga tahun 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut tercatat telah menembus angka 30 juta orang.
"Ekosistem pariwisata di PIK berkembang sangat cepat dan positif. Capaian ini menunjukkan PIK memiliki daya tarik kuat sebagai kawasan wisata perkotaan yang terus berkembang," ujar Steven dalam acara Closing Ceremony ASG Expo 2026 di PIK Avenue, Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Steven mengeklaim, performa tersebut menempatkan PIK sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan wisata tercepat di Indonesia. Ke depannya, PIK tidak hanya akan berdiri sendiri, melainkan diproyeksikan menjadi gerbang baru (gate) yang menghubungkan wisatawan menuju Kepulauan Seribu.
Selain pariwisata, Steven menyoroti pergeseran tren di sektor properti yang terlihat selama gelaran ASG Expo 2026. Menurutnya, konsumen saat ini tidak lagi sekadar mencari bangunan untuk berteduh, melainkan mencari ekosistem yang menunjang gaya hidup.
"Rumah sekarang bukan hanya tempat untuk tinggal, tetapi sudah menjadi bagian dari lifestyle sebuah keluarga," jelasnya.
Melalui PIK Tourism Board, pihaknya berkomitmen untuk terus mengintegrasikan sektor properti, bisnis, dan gaya hidup dalam satu kawasan terpadu. Ia berharap kolaborasi yang terjalin selama expo dapat membuka peluang investasi yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami berharap expo ini bisa menjadi wadah yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang usaha dan investasi ke depan. Semoga ASG Expo 2026 membawa manfaat bagi Indonesia," pungkas Steven.
Baca Juga: Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123