- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk menargetkan nilai penjualan properti sebesar Rp563 miliar di kawasan PIK2 pada tahun 2026.
- Target tersebut didorong oleh tingginya minat investor terhadap kaveling komersial serta kestabilan permintaan produk residensial dan ruko.
- Pengoperasian fasilitas NICE dan Hotel Hilton diharapkan memperkuat ekosistem bisnis serta meningkatkan daya tarik kawasan PIK2 secara keseluruhan.
Suara.com - Kinerja pemasaran properti di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) diproyeksikan meningkat pada 2026 seiring penguatan aktivitas bisnis dan pengembangan kawasan. Indikasi ini terlihat dari target nilai pemesanan yang dipasang pengembang untuk menangkap peluang permintaan pasar.
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menargetkan nilai pemesanan properti (marketing sales) sebesar Rp563 miliar pada 2026. Target ini tumbuh sekitar 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Segmen kaveling tanah komersial masih menjadi andalan dalam mencapai target tersebut. Minat investor dan pelaku usaha terhadap lahan di kawasan CBD PIK2 dinilai tetap tinggi, terutama untuk lokasi strategis.
Selain itu, permintaan terhadap produk residensial dan komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO juga diproyeksikan tetap stabil seiring berkembangnya kawasan sebagai pusat aktivitas bisnis baru.
“Target marketing sales tahun 2026 mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2,” ujar Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Ia menyebut mulai muncul sinyal pemulihan minat pelaku usaha untuk melakukan ekspansi, terutama dalam mengamankan aset properti di lokasi strategis.
“Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan,” katanya.
Menurut dia, penguatan kawasan tidak terlepas dari kelengkapan ekosistem bisnis yang terus berkembang. Kehadiran proyek-proyek baru dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang merupakan salah satu area MICE terbesar di Indonesia, kami terus mendorong kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan NICE PIK2,” ucapnya.
Baca Juga: Banjir di Parkiran Tokyo Hub PIK 2 Cepat Surut, Aktivitas Kembali Normal
Selain itu, perseroan menargetkan tambahan sumber pendapatan dari sektor perhotelan yang diharapkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
“Kami targetkan juga tahun depan Hotel Hilton PIK2 akan mulai beroperasi, sehingga 2 proyek baru CBDK ini menjadi sumber pendapatan berulang yang akan mendominasi sebagain dari total pendapatan tahunan CBDK,” lanjut Steven.
Ia menilai kehadiran fasilitas MICE dan hotel akan memperkuat daya tarik kawasan sekaligus meningkatkan aktivitas bisnis secara keseluruhan.
“Dengan beroperasinya NICE dan Hilton PIK2 ini akan mendorong peningkatan aktivitas bisnis dan memperkuat daya tarik kawasan PIK2 secara keseluruhan, seiring dengan terbentuknya ekosistem yang semakin matang dan terintegrasi sebagai destinasi bisnis nasional bahkan berskala internasional," pungkasnya.
Berita Terkait
-
CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025
-
CBDK Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Melonjak 48 Persen
-
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke PIK 2, Boyong Jon Batiste hingga Wave to Earth
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar