- Kemdiktisaintek berencana menutup program studi yang dinilai usang untuk menyesuaikan lulusan dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional.
- Sekjen Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menegaskan perlunya perguruan tinggi beralih dari strategi berbasis popularitas menuju strategi pengembangan industri.
- Evaluasi ini menyasar jurusan administratif, sosial teoretis, dan manufaktur konvensional guna menekan angka pengangguran terdidik di Indonesia.
"Cara bagaimana? Program studinya yang disesuaikan. Program studinya yang perlu dikembangkan untuk prodi-prodi baru yang sesuai dengan delapan industri strategi tadi," ujar Badri.
Delapan Pilar Penggerak Perekonomian Masa Depan
Integrasi antara dunia akademik dan industri ini telah dirancang secara matang bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Fokus utamanya adalah penguasaan teknologi tinggi.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, sebelumnya telah memetakan dengan jelas batas-batas industri yang menjadi prioritas negara.
"Sektor penting yaitu 8 prioritas sektor strategis nasional, meliputi energi, pertahanan, digitalisasi--yaitu kecerdasan buatan dan semikonduktor, kemudian hilirisasi, dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, material dan manufaktu maju," jelas Fauzan.
Sektor-sektor ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global, terutama melalui proyek hilirisasi dan digitalisasi.
"Sehingga terjadi integrasi antara sains dan teknologi dan industri, untuk perekonomian," pungkas Fauzan.
Desclaimer: Informasi yang tertuang dalam artikel ini merupakan hasil analisis redaksi berdasarkan pernyataan resmi Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek mengenai evaluasi relevansi program studi terhadap delapan sektor industri strategis nasional. Daftar jurusan yang disebutkan sebagai "berpotensi ditutup" merupakan bentuk prakiraan (prediksi) berdasarkan korelasi kurikulum tradisional dengan kebutuhan industri masa depan, dan bukan merupakan daftar resmi yang diterbitkan oleh pemerintah.
Baca Juga: Siapa Keona Ezra Pangestu? Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI yang Paling Disorot
Berita Terkait
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa
-
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
-
Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen