- Kemenperin catat 7 subsektor industri manufaktur kontraksi pada April 2026.
- Sektor tekstil dan kimia tertekan akibat lonjakan harga bahan baku petrokimia.
- Industri minuman melambat karena fokus habiskan stok persediaan pascalebaran.
Suara.com - Sinyal waspada menyala di tengah geliat industri manufaktur nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan sebanyak tujuh subsektor industri pengolahan terperosok ke zona kontraksi pada April 2026. Tekanan geopolitik global hingga karut-marut logistik dituding menjadi biang kerok yang menekan urat nadi produksi.
Meski Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 secara umum masih bertengger di level ekspansi yakni 51,75, namun faktanya napas antar-sektor tidaklah sama.
"Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, terdapat 16 subsektor industri yang mengalami ekspansi dan 7 subsektor yang mengalami kontraksi," ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni dalam konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Ketujuh sektor yang masuk 'zona merah' tersebut meliputi industri minuman, tekstil, industri kayu, bahan kimia, barang galian bukan logam, barang logam bukan mesin, hingga industri alat angkut lainnya.
Febri memaparkan, badai geopolitik dan krisis energi dunia mulai memberikan luka nyata, terutama bagi sektor yang haus akan bahan baku impor dan rantai pasok petrokimia. Salah satu yang paling babak belur adalah industri tekstil.
"Industri tekstil pada April ini mengalami kontraksi. Disebabkan karena masalah bahan baku yang berasal dari petrokimia," cetus Febri blak-blakan.
Tak hanya tekstil dan kimia, industri minuman juga dipaksa 'puasa' ekspansi. Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika menjelaskan, sektor ini dihantam kombinasi maut: ketegangan dunia dan pola konsumsi masyarakat pascahari besar keagamaan.
"Minuman ini memang sangat terdampak dengan geopolitik, di samping dengan hari besar keagamaan tadi," jelas Putu.
Menurutnya, lesunya produksi di bulan April juga disebabkan oleh menumpuknya stok di gudang setelah masa Lebaran usai. Perusahaan cenderung mengerem produksi untuk menghabiskan persediaan yang ada.
Baca Juga: IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
"Biasanya dia menggunakan yang persediaan ini dulu dihabisin. Nanti akan kelihatan apakah inventory-nya sudah cukup turun atau masih tersisa," pungkasnya.
Kini, tantangan berat menanti Kemenperin untuk memastikan tujuh sektor ini tidak semakin terperosok dalam, di tengah ketidakpastian global yang masih menghantui.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas