Bisnis / Energi
Rabu, 22 April 2026 | 09:54 WIB
Presiden AS, Donald Trump.(Instagram/@realdonaldtrump)
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melemah pada 22 April 2026 setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
  • Penurunan harga minyak tertahan karena blokade Selat Hormuz yang menghambat distribusi sekitar 20 persen pasokan energi global.
  • Ketidakpastian pasar berlanjut akibat kebuntuan negosiasi damai serta penolakan kedua negara untuk mengirim delegasi ke pertemuan Pakistan.

Suara.com - Harga minyak dunia melemah dalam perdagangan di Asia yang fluktuatif pada Rabu, 22 April 2026, menyusul langkah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. 

Meski demikian, pasar tetap dalam kondisi tidak pasti akibat kekhawatiran atas terganggunya pasokan dan kelanjutan perundingan damai.

Penurunan harga tertahan oleh hambatan distribusi minyak yang masih berlangsung, terutama karena penutupan Selat Hormuz.

Blokade laut AS terhadap Iran juga masih berlaku, yang menyebabkan lalu lintas kapal di kawasan Hormuz tetap terbatas.

Mengutip dari Investing, harga minyak Brent berjangka turun 0,4 persen menjadi 98,13 dolar AS per barel. 

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka turun 0,4 persen menjadi 85,59 dolar AS per barel pada pukul 21:03 ET (01:03 GMT). Kedua kontrak tersebut berfluktuasi antara wilayah positif dan negatif di awal sesi. 

Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].

Trump menyatakan pada Selasa bahwa ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu untuk memberi ruang bagi kelanjutan negosiasi damai. 

Namun, ia juga mengeklaim bahwa Iran merugi sebesar 500 juta dolar AS setiap hari akibat penutupan Selat Hormuz.

Menurutnya, kesepakatan mustahil tercapai selama blokade angkatan laut terhadap negara tersebut belum dicabut.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik Hampir di Seluruh Indonesia

Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik ini karena memasok sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia. 

Gangguan pelayaran setelah Iran memblokir jalur tersebut telah menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak global sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Axios melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan perpanjangan dispensasi yang mengizinkan kapal kargo berbendera asing mengangkut bahan bakar antar pelabuhan domestik AS. 

Kebijakan dispensasi selama 60 hari ini sebelumnya telah diumumkan pada pertengahan Maret guna mempercepat distribusi minyak domestik, sekaligus meredam dampak lonjakan harga minyak akibat perang dengan Iran.

Di sisi lain, kelanjutan perundingan damai antara AS dan Iran masih tidak pasti setelah kedua negara menolak mengirimkan delegasi untuk negosiasi lanjutan di Pakistan pekan ini.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kesediaan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata. Belum ada respons resmi dari para pemimpin tertinggi Iran, yang sebelumnya menegaskan tidak akan ada negosiasi selama blokade angkatan laut AS masih berlangsung.

Load More