- Harga minyak dunia melemah pada 22 April 2026 setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
- Penurunan harga minyak tertahan karena blokade Selat Hormuz yang menghambat distribusi sekitar 20 persen pasokan energi global.
- Ketidakpastian pasar berlanjut akibat kebuntuan negosiasi damai serta penolakan kedua negara untuk mengirim delegasi ke pertemuan Pakistan.
Suara.com - Harga minyak dunia melemah dalam perdagangan di Asia yang fluktuatif pada Rabu, 22 April 2026, menyusul langkah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.
Meski demikian, pasar tetap dalam kondisi tidak pasti akibat kekhawatiran atas terganggunya pasokan dan kelanjutan perundingan damai.
Penurunan harga tertahan oleh hambatan distribusi minyak yang masih berlangsung, terutama karena penutupan Selat Hormuz.
Blokade laut AS terhadap Iran juga masih berlaku, yang menyebabkan lalu lintas kapal di kawasan Hormuz tetap terbatas.
Mengutip dari Investing, harga minyak Brent berjangka turun 0,4 persen menjadi 98,13 dolar AS per barel.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka turun 0,4 persen menjadi 85,59 dolar AS per barel pada pukul 21:03 ET (01:03 GMT). Kedua kontrak tersebut berfluktuasi antara wilayah positif dan negatif di awal sesi.
Trump menyatakan pada Selasa bahwa ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu untuk memberi ruang bagi kelanjutan negosiasi damai.
Namun, ia juga mengeklaim bahwa Iran merugi sebesar 500 juta dolar AS setiap hari akibat penutupan Selat Hormuz.
Menurutnya, kesepakatan mustahil tercapai selama blokade angkatan laut terhadap negara tersebut belum dicabut.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik Hampir di Seluruh Indonesia
Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik ini karena memasok sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia.
Gangguan pelayaran setelah Iran memblokir jalur tersebut telah menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak global sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.
Axios melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan perpanjangan dispensasi yang mengizinkan kapal kargo berbendera asing mengangkut bahan bakar antar pelabuhan domestik AS.
Kebijakan dispensasi selama 60 hari ini sebelumnya telah diumumkan pada pertengahan Maret guna mempercepat distribusi minyak domestik, sekaligus meredam dampak lonjakan harga minyak akibat perang dengan Iran.
Di sisi lain, kelanjutan perundingan damai antara AS dan Iran masih tidak pasti setelah kedua negara menolak mengirimkan delegasi untuk negosiasi lanjutan di Pakistan pekan ini.
Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kesediaan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata. Belum ada respons resmi dari para pemimpin tertinggi Iran, yang sebelumnya menegaskan tidak akan ada negosiasi selama blokade angkatan laut AS masih berlangsung.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS
-
AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran
-
Harga Minyak Goreng Naik, Mendag Pastikan Stok Masih Aman
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
-
Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
-
IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528
-
Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram
-
IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket
-
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut
-
BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI
-
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar
-
Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar