Bisnis / Energi
Selasa, 21 April 2026 | 10:36 WIB
Kondisi geopolitik di Iran saat ini masih dianggap sebagai persoalan yang belum tuntas oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI melemah pada Selasa, 21 April 2026, akibat ketidakpastian perundingan damai antara AS dan Iran.
  • Penurunan harga terjadi setelah sebelumnya sempat menguat signifikan akibat insiden penangkapan kapal dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
  • Pemerintah Iran menolak berunding di bawah tekanan AS, meskipun masa gencatan senjata akan berakhir pada hari Rabu mendatang.

Suara.com - Harga minyak melemah pada pembukaan perdagangan di Asia pada Selasa, 21 April 2026, menyusul ketidakpastian hasil perundingan AS-Iran menjelang berakhirnya masa gencatan senjata. 

Sebelumnya, harga minyak mentah sempat menguat signifikan sebagai respons atas eskalasi ketegangan di akhir pekan yang dipicu oleh penangkapan kapal Iran oleh AS. 

Insiden tersebut dibalas Teheran dengan penutupan kembali Selat Hormuz, yang sempat mengerek harga setelah koreksi pada pekan lalu.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka turun 0,7 persen menjadi 94,70 dolar AS per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka turun 1,3 persen menjadi 86,32 dolar AS per barel pada pukul 20:27 ET (00:27 GMT). 

Ketegangan AS-Iran berlanjut setelah Presiden Donald Trump menegaskan blokade laut akan dipertahankan hingga tercapainya kesepakatan damai. 

Walaupun Trump mengklaim adanya rencana pertemuan di Pakistan pada pekan ini, pihak Iran melalui Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf secara resmi menolak berunding di bawah tekanan ancaman Washington.

Terdapat perbedaan informasi antara sikap resmi Teheran dengan laporan Wall Street Journal yang menyebut Iran secara privat bersedia mengirim delegasi.

Hingga saat ini, kelanjutan dialog masih belum menemui titik terang, sementara masa gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Load More