- Harga minyak Brent dan WTI melemah pada Selasa, 21 April 2026, akibat ketidakpastian perundingan damai antara AS dan Iran.
- Penurunan harga terjadi setelah sebelumnya sempat menguat signifikan akibat insiden penangkapan kapal dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
- Pemerintah Iran menolak berunding di bawah tekanan AS, meskipun masa gencatan senjata akan berakhir pada hari Rabu mendatang.
Suara.com - Harga minyak melemah pada pembukaan perdagangan di Asia pada Selasa, 21 April 2026, menyusul ketidakpastian hasil perundingan AS-Iran menjelang berakhirnya masa gencatan senjata.
Sebelumnya, harga minyak mentah sempat menguat signifikan sebagai respons atas eskalasi ketegangan di akhir pekan yang dipicu oleh penangkapan kapal Iran oleh AS.
Insiden tersebut dibalas Teheran dengan penutupan kembali Selat Hormuz, yang sempat mengerek harga setelah koreksi pada pekan lalu.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka turun 0,7 persen menjadi 94,70 dolar AS per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka turun 1,3 persen menjadi 86,32 dolar AS per barel pada pukul 20:27 ET (00:27 GMT).
Ketegangan AS-Iran berlanjut setelah Presiden Donald Trump menegaskan blokade laut akan dipertahankan hingga tercapainya kesepakatan damai.
Walaupun Trump mengklaim adanya rencana pertemuan di Pakistan pada pekan ini, pihak Iran melalui Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf secara resmi menolak berunding di bawah tekanan ancaman Washington.
Terdapat perbedaan informasi antara sikap resmi Teheran dengan laporan Wall Street Journal yang menyebut Iran secara privat bersedia mengirim delegasi.
Hingga saat ini, kelanjutan dialog masih belum menemui titik terang, sementara masa gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
-
Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Tarif Listrik Terbaru Semua Golongan Mulai April 2026
-
RUU PPRT Disahkan Hari Ini, Dasco: Kado Hari Kartini, PRT Berhak Dapat BPJS
-
Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun
-
Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara
-
Emas Antam Melesat, Harga Hari Ini Tembus Rp2,88 Juta/Gram
-
IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560
-
BNI Berdayakan 430 Perempuan NTT Lewat Program Anyaman Lontar
-
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Dalam Sehari Buyback Juga Ikut Meroket!
-
Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini
-
Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG