- Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan baru 5.714 titik Koperasi Desa rampung dibangun dari target nasional yang direncanakan pemerintah.
- Kendala utama pembangunan meliputi keterbatasan lahan standar seluas 1.000 meter persegi serta harga tanah tinggi di perkotaan.
- Pemerintah tengah mempercepat penyelesaian regulasi teknis terkait tata kelola dan SDM guna mendukung operasional serta pembiayaan Kopdes.
Suara.com - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Hingga saat ini, realisasi fisik program tersebut baru mencapai sebagian kecil dari target nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut, baru 5.714 titik Kopdes yang telah rampung dibangun. Sementara sisanya masih dalam berbagai tahap pengerjaan. Ia mengatakan ada beberapa kendala termaasuk ketersediaan lahan.
“Di kota-kota tanahnya mahal, dan kepemilikannya beragam. Ada milik pemerintah daerah, instansi lain, hingga yang luasnya tidak sesuai standar,” ujar Menko Zulhas saat konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 25.625 titik yang masih dalam proses pembangunan. Selain itu, sebanyak 35.408 lokasi sudah memiliki lahan dan siap untuk tahap konstruksi.
Namun, percepatan pembangunan Kopdes tidak berjalan mulus. Zulhas mengakui adanya kendala utama, terutama terkait ketersediaan lahan yang sesuai standar kebutuhan.
Menurutnya, setiap Kopdes idealnya membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi. Di wilayah perkotaan, hal ini menjadi tantangan karena harga tanah yang tinggi serta status kepemilikan yang beragam.
Selain persoalan lahan, hambatan juga datang dari sisi regulasi yang belum sepenuhnya rampung. Beberapa aturan teknis masih dalam tahap penyelesaian.
“Masih ada beberapa aturan yang sedang kita kebut, seperti Inpres tata kelola dan Kepres pengadaan SDM,” ucap Zulhas.
Ia menjelaskan, regulasi tersebut penting untuk mendukung operasional Kopdes, termasuk dalam hal tata kelola dan penyediaan sumber daya manusia.
Baca Juga: Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
Zulhas juga menyinggung mekanisme audit nilai bangunan yang akan menjadi acuan pembayaran pemerintah kepada pihak perbankan. Aturan ini dinilai krusial agar proses pembiayaan berjalan lancar.
Meski begitu, pemerintah memastikan sebagian regulasi utama telah selesai disusun. Di antaranya Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri Koperasi yang menjadi dasar pelaksanaan program.
Berita Terkait
-
Contoh Surat Pernyataan Bermeterai untuk Daftar Manajer Kopdes Merah Putih
-
Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus Pegawai BUMN, 383 Ribu Orang Sudah Melamar
-
Link Download dan Cara Pakai E-Meterai untuk Daftar Manajer Kopdes Merah Putih
-
Cara Ganti Background Pas Foto Jadi Biru untuk Syarat Daftar Manajer Koperasi Merah Putih
-
Lokasi Tes Kesehatan Manajer Kopdes Merah Putih 2026 yang Diakui, Salah Dikit Bisa Gugur
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor
-
3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh
-
Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?
-
Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini
-
Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik
-
Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam
-
Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
-
Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI
-
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan