- Saham BBRI mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut hingga mencapai harga Rp3.340 per lembar pada Jumat, 8 Mei 2026.
- Investor asing melakukan aksi beli bersih masif yang dipicu sentimen positif distribusi dividen final sebesar Rp31,47 triliun.
- Stabilitas nilai tukar Rupiah mendorong optimisme investor terhadap fundamental perbankan sehingga memicu peningkatan nilai transaksi saham BBRI.
Indikasi pembalikan arah atau reversal mulai terlihat sejak perdagangan Kamis kemarin, di mana nilai transaksi harian untuk saham-saham seperti BBCA, BBRI, dan BMRI kembali menembus angka di atas Rp1 triliun.
Pihak Maybank Sekuritas menjelaskan bahwa investor asing mulai kembali melirik pasar modal Indonesia seiring dengan munculnya sinyal penguatan mata uang Garuda. Dalam ulasan resminya hari ini, tim analis Maybank menyatakan:
“Jika tren penguatan rupiah berlanjut, saham perbankan berpotensi melanjutkan kenaikan, didukung daya tarik capital gain, dividen, dan potensi keuntungan kurs bagi investor asing,”
Optimisme ini didukung oleh fakta bahwa pada perdagangan Kamis (7/5/2026), BBRI menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di pasar reguler saja, asing mencatatkan transaksi beli bersih senilai Rp334,7 miliar, mengungguli saham-saham unggulan lainnya. Aksi beli yang berlangsung masif dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan bahwa persepsi risiko terhadap pasar Indonesia mulai mereda.
Target Harga dan Valuasi 2026
Meskipun sempat mengalami fase koreksi hingga April 2026 yang membawa harga jatuh ke kisaran Rp3.200 hingga Rp3.300—atau turun sekitar 10 persen secara year-to-date (ytd)—para analis justru memandang kondisi tersebut sebagai peluang akumulasi yang sangat berharga.
Konsensus analis saat ini mayoritas tetap mempertahankan peringkat buy untuk BBRI dengan target harga rata-rata dalam 12 bulan ke depan berada di level Rp4.104 per saham. Bahkan, beberapa analis yang lebih optimistis memproyeksikan harga bisa menyentuh level Rp4.900.
Secara fundamental, valuasi BBRI dinilai sangat menarik dengan rasio Price to Book Value (PBV) untuk tahun 2026 diproyeksikan berada di kisaran 1,6 kali.
Baca Juga: Sentuh 5.245 Desa, BRI Kembali Buka Pendaftaran Desa BRILiaN 2026
Angka ini mencerminkan diskon sekitar 19 persen dibandingkan rata-rata sektor perbankan nasional, yang memberikan margin pengaman (margin of safety) bagi investor jangka panjang.
BRI diperkirakan akan tetap konsisten membagikan dividen yang atraktif ke depannya. Sebagai gambaran, total dividen final 2025 sebesar Rp209 per saham ini dibayarkan setelah sebelumnya perusahaan memberikan dividen interim senilai Rp137 per saham.
Dari sisi teknis, para pelaku pasar perlu mencermati area support kuat yang berada di kisaran Rp2.980 hingga Rp3.000. Sementara itu, level Rp3.300 yang sebelumnya menjadi resistance terdekat kini telah berhasil ditembus, sehingga membuka jalan menuju target penguatan berikutnya.
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Keputusan beli atau jual sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor pribadi. Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan merupakan perintah transaksi.
Berita Terkait
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Dukung Ekonomi Akar Rumput, BRI Surabaya Beri Modal Rp3,8 Triliun ke 89 Ribu Pelaku Usaha
-
Badai Pasti Berlalu: Marian Mihail Percaya PSBS Biak Segera Bangkit dari Keterpurukan
-
Diskon Khusus Makan di Suteki, Syaratnya Cuma Satu!
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?