Bisnis / Keuangan
Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB
Gedung BRI. (Dok: Bank BRI)
Baca 10 detik
  • Saham BBRI mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut hingga mencapai harga Rp3.340 per lembar pada Jumat, 8 Mei 2026.
  • Investor asing melakukan aksi beli bersih masif yang dipicu sentimen positif distribusi dividen final sebesar Rp31,47 triliun.
  • Stabilitas nilai tukar Rupiah mendorong optimisme investor terhadap fundamental perbankan sehingga memicu peningkatan nilai transaksi saham BBRI.

Indikasi pembalikan arah atau reversal mulai terlihat sejak perdagangan Kamis kemarin, di mana nilai transaksi harian untuk saham-saham seperti BBCA, BBRI, dan BMRI kembali menembus angka di atas Rp1 triliun.

Pihak Maybank Sekuritas menjelaskan bahwa investor asing mulai kembali melirik pasar modal Indonesia seiring dengan munculnya sinyal penguatan mata uang Garuda. Dalam ulasan resminya hari ini, tim analis Maybank menyatakan:

“Jika tren penguatan rupiah berlanjut, saham perbankan berpotensi melanjutkan kenaikan, didukung daya tarik capital gain, dividen, dan potensi keuntungan kurs bagi investor asing,”

Optimisme ini didukung oleh fakta bahwa pada perdagangan Kamis (7/5/2026), BBRI menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di pasar reguler saja, asing mencatatkan transaksi beli bersih senilai Rp334,7 miliar, mengungguli saham-saham unggulan lainnya. Aksi beli yang berlangsung masif dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan bahwa persepsi risiko terhadap pasar Indonesia mulai mereda.

Target Harga dan Valuasi 2026

Meskipun sempat mengalami fase koreksi hingga April 2026 yang membawa harga jatuh ke kisaran Rp3.200 hingga Rp3.300—atau turun sekitar 10 persen secara year-to-date (ytd)—para analis justru memandang kondisi tersebut sebagai peluang akumulasi yang sangat berharga.

Konsensus analis saat ini mayoritas tetap mempertahankan peringkat buy untuk BBRI dengan target harga rata-rata dalam 12 bulan ke depan berada di level Rp4.104 per saham. Bahkan, beberapa analis yang lebih optimistis memproyeksikan harga bisa menyentuh level Rp4.900.

Secara fundamental, valuasi BBRI dinilai sangat menarik dengan rasio Price to Book Value (PBV) untuk tahun 2026 diproyeksikan berada di kisaran 1,6 kali.

Baca Juga: Sentuh 5.245 Desa, BRI Kembali Buka Pendaftaran Desa BRILiaN 2026

Angka ini mencerminkan diskon sekitar 19 persen dibandingkan rata-rata sektor perbankan nasional, yang memberikan margin pengaman (margin of safety) bagi investor jangka panjang.

BRI diperkirakan akan tetap konsisten membagikan dividen yang atraktif ke depannya. Sebagai gambaran, total dividen final 2025 sebesar Rp209 per saham ini dibayarkan setelah sebelumnya perusahaan memberikan dividen interim senilai Rp137 per saham.

Dari sisi teknis, para pelaku pasar perlu mencermati area support kuat yang berada di kisaran Rp2.980 hingga Rp3.000. Sementara itu, level Rp3.300 yang sebelumnya menjadi resistance terdekat kini telah berhasil ditembus, sehingga membuka jalan menuju target penguatan berikutnya.

Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Keputusan beli atau jual sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor pribadi. Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan merupakan perintah transaksi.

Load More