Bisnis / Ekopol
Selasa, 12 Mei 2026 | 07:25 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi kritis akibat penolakan proposal perdamaian.
  • Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan memicu penurunan produksi OPEC ke level terendah.
  • Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap pihak yang membantu Iran mengirimkan minyak ke negara China.

Di lapangan, pergerakan kapal di Selat Hormuz sangat terbatas. Data Kpler menunjukkan hanya ada sedikit tanker yang berani melintas, itu pun dengan mematikan sistem pelacak untuk menghindari serangan Iran.

Sementara itu, NATO dan sekutu AS lainnya masih enggan mengirimkan armada kapal untuk membuka paksa jalur tersebut tanpa adanya kesepakatan damai yang komprehensif.

Perang ini juga mengungkap keretakan di antara negara-negara Timur Tengah. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) mulai mengambil peran militer langsung dengan melakukan serangan udara ke kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, bulan lalu, meski UEA belum mengakuinya secara resmi.

Di tengah situasi yang kian buntu, Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada hari Rabu untuk bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.

Load More