- Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi kritis akibat penolakan proposal perdamaian.
- Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan memicu penurunan produksi OPEC ke level terendah.
- Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap pihak yang membantu Iran mengirimkan minyak ke negara China.
Di lapangan, pergerakan kapal di Selat Hormuz sangat terbatas. Data Kpler menunjukkan hanya ada sedikit tanker yang berani melintas, itu pun dengan mematikan sistem pelacak untuk menghindari serangan Iran.
Sementara itu, NATO dan sekutu AS lainnya masih enggan mengirimkan armada kapal untuk membuka paksa jalur tersebut tanpa adanya kesepakatan damai yang komprehensif.
Perang ini juga mengungkap keretakan di antara negara-negara Timur Tengah. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) mulai mengambil peran militer langsung dengan melakukan serangan udara ke kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, bulan lalu, meski UEA belum mengakuinya secara resmi.
Di tengah situasi yang kian buntu, Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada hari Rabu untuk bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.
Berita Terkait
-
Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!
-
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam
-
Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya