Bisnis / Makro
Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB
lustrasi - Petugas menata emas batangan di Setiabudi, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)
Baca 10 detik
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas domestik berpotensi turun pada awal pekan ini akibat pengaruh pasar global.
  • Penurunan harga emas terjadi karena meredanya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang mengurangi minat investor terhadap aset aman.
  • Harga logam mulia diprediksi terkoreksi hingga mencapai kisaran Rp2.749.000 atau Rp2.685.000 per gram tergantung dinamika pasar internasional.

“Jadi apakah benar nanti Iran akan membuat satu kesepakatan baru dengan Amerika atau tidak, nah, ini saya juga belum tahu,” ucap Ibrahim.
Ia menambahkan, apabila Amerika Serikat memutuskan untuk tidak terlibat secara konfrontatif dalam konflik tersebut dan jalur navigasi internasional seperti Selat Hormuz bisa dipastikan aman serta stabil, pelaku pasar diprediksi akan mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi yang lebih berisiko, sehingga mengurangi permintaan terhadap emas secara masif.

Kendati demikian, proyeksi penurunan hingga menyentuh level Rp2.685.000 per gram ini sangat bergantung pada kepastian data fundamental global dalam beberapa hari ke depan.

Jika di lapangan yang terjadi adalah sebaliknya—di mana konflik justru meluas atau ketegangan kawasan kembali meningkat—maka harga emas berpeluang besar untuk berbalik arah dan menguat kembali.


Disclaimer: Proyeksi harga komoditas dan analisis pasar keuangan dalam artikel ini disajikan semata-mata sebagai informasi jurnalisme ekonomi. Setiap keputusan investasi, baik pembelian maupun penjualan logam mulia, sepenuhnya merupakan hak dan tanggung jawab mandiri pembaca.

Load More