- Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas domestik berpotensi turun pada awal pekan ini akibat pengaruh pasar global.
- Penurunan harga emas terjadi karena meredanya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang mengurangi minat investor terhadap aset aman.
- Harga logam mulia diprediksi terkoreksi hingga mencapai kisaran Rp2.749.000 atau Rp2.685.000 per gram tergantung dinamika pasar internasional.
“Jadi apakah benar nanti Iran akan membuat satu kesepakatan baru dengan Amerika atau tidak, nah, ini saya juga belum tahu,” ucap Ibrahim.
Ia menambahkan, apabila Amerika Serikat memutuskan untuk tidak terlibat secara konfrontatif dalam konflik tersebut dan jalur navigasi internasional seperti Selat Hormuz bisa dipastikan aman serta stabil, pelaku pasar diprediksi akan mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi yang lebih berisiko, sehingga mengurangi permintaan terhadap emas secara masif.
Kendati demikian, proyeksi penurunan hingga menyentuh level Rp2.685.000 per gram ini sangat bergantung pada kepastian data fundamental global dalam beberapa hari ke depan.
Jika di lapangan yang terjadi adalah sebaliknya—di mana konflik justru meluas atau ketegangan kawasan kembali meningkat—maka harga emas berpeluang besar untuk berbalik arah dan menguat kembali.
Disclaimer: Proyeksi harga komoditas dan analisis pasar keuangan dalam artikel ini disajikan semata-mata sebagai informasi jurnalisme ekonomi. Setiap keputusan investasi, baik pembelian maupun penjualan logam mulia, sepenuhnya merupakan hak dan tanggung jawab mandiri pembaca.
Berita Terkait
-
Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram
-
Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan
-
Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!
-
Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain