Bisnis / Keuangan
Senin, 18 Mei 2026 | 11:04 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah pada 18 Mei 2026 akibat tekanan ekonomi global.
  • Presiden Prabowo menyatakan pelemahan dolar tidak berdampak langsung bagi masyarakat desa karena transaksi menggunakan mata uang rupiah.
  • Pernyataan tersebut menuai kritik karena kenaikan dolar tetap memicu inflasi dan meningkatkan biaya produksi barang impor domestik.

Dampak Nyata Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah berdampak luas:

  1. Harga Bahan Pokok: Naiknya biaya impor menyebabkan harga tempe, tahu, mie instan, dan minyak goreng berpotensi melambung.
  2. Sektor UMKM: Pelaku usaha kecil di desa yang menggunakan bahan baku impor tertekan.
  3. Inflasi: Bank Indonesia terus memantau agar inflasi tidak melampaui target.
  4. Investasi: Investor asing bisa ragu jika ketidakpastian berlanjut.

Meski demikian, pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa masih aman dan berbagai program bantuan seperti subsidi pupuk serta stabilisasi harga pangan terus digulirkan.

Kurs 1 USD hari ini sekitar Rp17.500-Rp17.600 memang menjadi ujian bagi pemerintahan Prabowo. Maka, ucapan “orang desa tak pakai dolar” cukup dianggap sebagai kontroversi dan menyesatkan.

Load More