- CORE Indonesia memperingatkan risiko PHK massal akibat melemahnya nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp17.679 per dolar AS.
- Lonjakan biaya produksi dan rendahnya permintaan pasar menekan sektor manufaktur domestik yang sangat bergantung pada bahan baku impor.
- CORE menyarankan perusahaan mencari bahan baku lokal serta mendesak pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi dan disiplin tata kelola anggaran.
Guna mengantisipasi dampak buruk yang lebih luas terhadap angka pengangguran nasional, CORE Indonesia menyarankan agar pelaku industri segera merombak total strategi operasional mereka.
Salah satu langkah konkret yang bisa diambil adalah memangkas ketergantungan luar negeri dengan mencari alternatif pasokan bahan baku dari dalam negeri (substitusi impor).
Di samping langkah adaptasi dari pelaku usaha, Faisal menegaskan bahwa tanggung jawab mengatasi kemerosotan nilai tukar rupiah ini tidak bisa hanya dikambinghitamkan pada faktor sentimen global semata. Pemerintah dituntut untuk segera membenahi stabilitas makroekonomi dalam negeri, terutama dari sisi pengelolaan dan tata kelola anggaran.
"Faktor domestik seperti stabilitas makroekonomi dan masalah fiskal harus dijaga oleh pemerintah. Termasuk disiplin fiskal saat ini juga menjadi sorotan," katanya.
Selain pengetatan disiplin anggaran, CORE juga mendesak pemerintah untuk memperbaiki tata kelola (governance) dalam pelaksanaan berbagai program prioritas.
Langkah ini dinilai sangat krusial "untuk meningkatkan atau menjaga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia. Dan juga kredibilitas daripada kebijakan pemerintah," tegas Faisal.
Tanpa adanya bauran kebijakan yang tegas antara intervensi moneter, kedisiplinan fiskal, dan insentif bagi industri domestik, ruang gerak sektor manufaktur akan semakin terjepit, dan risiko pemangkasan karyawan dalam skala besar berpotensi menjadi kenyataan dalam waktu dekat.
Berita Terkait
-
Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah
-
Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah
-
BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M
-
Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor