- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Belanja Negara mencapai Rp 1.082,8 triliun per April 2026 atau naik 34,3 persen.
- Pemerintah mencatat Pendapatan Negara sebesar Rp 918,4 triliun yang menghasilkan defisit APBN sebesar Rp 164,4 triliun pada periode tersebut.
- Menkeu menegaskan pengeluaran pemerintah hanya berkontribusi sekitar 10 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen triwulan pertama.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Belanja Negara per April 2026 mencapai Rp 1.082,8 triliun per April 2026, atau 28,2 persen dari proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Belanja Negara April 2026 sendiri tumbuh 34,3 persen dari tahun lalu (year on year/yoy). Jika dibandingkan dengan April 2025, Belanja Negara kala itu sebesar Rp 806,2 triliun.
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau Belanja Negara memang tetap dikebut Pemerintah saat ini. Namun ia membantah kalau data itu menjadikan Pemerintah sebagai faktor utama pertumbuhan ekonomi 5,61 persen di triwulan pertama 2026.
"Jadi ini bukan berarti nanti kita mendominasi lagi pertumbuhan ekonomi. Ini satu sisi dari sisi Pemerintah, swasta lain lagi," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Rabu (20/5/2026).
Bendahara Negara mengklaim kalau Belanja Pemerintah yang menggunakan APBN hanya berperan ke pertumbuhan ekonomi sekitar 10 persen. Sedangkan 90 persn sisanya berasal dari pihak swasta.
Belanja Negara itu terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat Rp 826 triliun atau 26,2 persen dari outlook, yang juga terbagi dalam Belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar Rp 400,5 triliun atau 26,5 persen serta Belanja non K/L Rp 425,5 triliun atau 26 persen terhadap outlook APBN.
Belanja Negara juga mencakup Transfer ke Daerah (TKD) dengan anggaran Rp 256,8 triliun atau 37,1 persen terhadap outlook APBN.
Di sisi lain, Pendapatan Negara mencapai Rp 918,4 triliun atau 29,1 persen dari proyeksi APBN. Angka ini tumbuh 13,3 persen jika dari tahun sebelumnya (year on year atau yoy).
Pendapatan Negara ini mencakup Penerimaan Pajak Rp 646,3 triliun atau 27,4 persen dari outlook, Kepabeanan dan Cukai Rp 100,6 triliun atau 29,9 persen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 171,3 triliun atau 37,3 persen, dan Penerimaan Hibah Rp 300 miliar atau 41,1 persen.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih, Apakah dapat Mengancam Ekonomi UMKM?
Sementara itu Keseimbangan Primer surplus Rp 28 triliun per April 2026, meningkat dari Maret 2026 yang sempat defisit Rp 95,8 triliun.
Buntut besarnya pengeluaran dibanding penerimaan negara, defisit APBN per April 2026 mencapai Rp 164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Tag
Berita Terkait
-
Koperasi Desa Merah Putih, Apakah dapat Mengancam Ekonomi UMKM?
-
Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Ada Pajak Baru Tahun 2027
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 646,3 T di April 2026, Purbaya Pamer Capaian Minus Era Sri Mulyani
-
BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat
-
Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Daftar Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026, Ada yang Penghasilannya Rp5,3 Triliun!
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
-
Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,67 Juta per Gram Selama Sepekan
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik
-
Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng
-
Bank Raya Genjot Transaksi Digital, Digital Saving Melonjak Jadi Rp3 Triliun
-
Purbaya Pamer MBG Ciptakan 193 Ribu Lapangan Kerja di Jateng