Presiden Prabowo Subianto mengumumkan PP Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam akan mengatur tiga komoditas yakni kelapa sawit, batubara dan paduan besi. Nikel tidak termasuk. [Antara]
Baca 10 detik
- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengevaluasi serta mengganti pimpinan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang tidak kompeten.
- Menkeu menyatakan kesiapan melaksanakan perintah Presiden untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, pada Rabu (20/5/2026).
- Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama, yang menjabat sejak Mei 2025, memiliki aset bersih senilai Rp4,7 hingga Rp5,7 miliar.
Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total nilai aset bersih yang dimiliki oleh Djaka Budhi Utama berada di estimasi angka Rp4,7 hingga Rp5,7 miliar.
Struktur kepemilikan aset tersebut didominasi oleh sektor properti berupa tanah dan bangunan senilai kurang lebih Rp3,5 miliar yang berlokasi di wilayah Tangerang Selatan dan Bogor.
Selain itu, tercatat kepemilikan satu unit kendaraan roda empat dengan taksiran nilai Rp250 juta hingga Rp256 juta, instrumen kas dan setara kas sebesar Rp769 juta, serta komponen harta bergerak lainnya. Di sisi lain, laporan tersebut juga mencantumkan kepemilikan kewajiban utang sebesar Rp258 juta.
Komentar
Berita Terkait
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS
-
IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis
-
Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram
-
Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless
-
OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal
-
Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%
-
Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan
-
Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan
-
Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun