- Presiden Prabowo memuji peran PDIP sebagai penyeimbang demokrasi dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
- Aria Bima menegaskan PDIP memilih posisi sebagai mitra strategis untuk mengawal pemerintahan secara kritis sesuai ideologi Pancasila.
- PDIP berkomitmen mendukung kebijakan pro-rakyat namun tetap bersikap kritis dan argumentatif terhadap kebijakan pemerintah yang menyimpang dari konstitusi.
Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima merespons pujian terbuka yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto terhadap peran PDIP di luar pemerintahan.
Ia menjelaskan, bahwa posisi PDIP saat ini adalah sebagai "mitra strategis" yang mengawal jalannya pemerintahan secara kritis dan konstitutif sesuai arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Pernyataan ini disampaikan Aria Bima menanggapi momen hangat dalam Rapat Paripurna DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026), di mana Presiden Prabowo berterima kasih atas pengawasan keras yang diberikan PDIP.
Aria mengungkapkan bahwa Megawati kini lebih memaknai posisi PDIP sebagai mitra strategis untuk menjaga ideologi bangsa, bukan sekadar oposisi biasa.
"Dulu kan kata oposisi, kemudian yang kali ini kan Ibu Mega kan memaknai sebagai mitra strategis. Strategisnya apa? Ya, strategisnya adalah bagaimana komitmen wujud tetap kita Negara Kesatuan Republik Indonesia. Strategisnya apa? Ya mewujudkan teknokratik Pancasila yang adil, bersatu, dan demokratis gitu kan," kata Aria Bima.
Secara taktis, Aria Bima menekankan bahwa PDIP akan tetap kritis.
Namun, ia menjamin bahwa kritik yang dilontarkan bukan didasari oleh rasa tidak suka yang membabi buta, melainkan untuk membela pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar sesuai konstitusi dan kepentingan "wong cilik".
Ia menegaskan bahwa PDIP tidak akan bersikap asal kritik atau sekadar mencari kesalahan pemerintah tanpa dasar yang jelas.
"Tapi sekali lagi posisi PDI perjuangan tidak pernah apriori dengan pemerintah. PDI perjuangan tidak nyinyir dengan kebijakan pemerintah. PDI perjuangan juga tidak antipati terhadap pemerintah," tegas politisi senior PDIP tersebut.
Baca Juga: Prabowo Persilakan DPR hingga Kepala Daerah Cek Dapur MBG: Temuan Penyimpangan Langsung Ditindak
Ia menjelaskan bahwa sebutan mitra strategis mengandung konsekuensi bahwa PDIP akan mendukung kebijakan yang pro-rakyat, namun akan menjadi pihak yang paling lantang bersuara jika ada kebijakan yang menyimpang.
"Itulah sebutan sebagai mitra strategis. Tetapi kita akan bersuara lantang, kritis, argumentatif, memberikan alternatif, pada saat itu menyangkut kepentingan rakyat, konstitusi, dan Pancasila," pungkasnya.
Sebelumnya, momen menarik terjadi dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).
Di penghujung pidatonya, Presiden Prabowo Subianto secara khusus melontarkan pujian dan rasa terima kasih kepada PDI Perjuangan (PDIP) atas perannya di luar pemerintahan.
Prabowo mengawali pernyataan tersebut dengan mengakui pentingnya fungsi pengawasan (check and balances) dalam sistem demokrasi di Indonesia.
Ia mengapresiasi pilihan politik PDIP yang tetap menjadi penyeimbang pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif