- Peruri resmi cetak koin emas fisik untuk ekosistem IDN Gold.
- Koin emas dilengkapi fitur invisible ink anti pemalsuan.
- Investor IDN Gold bisa redeem aset digital jadi emas fisik.
Suara.com - PT Smart Billioner Indonesia (SBI), pemegang lisensi resmi platform investasi emas digital IDN Gold (IDNG), resmi menggandeng Peruri untuk mencetak koin emas fisik berstandar keamanan tinggi. Kerja sama strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Kantor PERURI Jakarta pada 13 Mei 2026.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menghubungkan ekosistem aset digital berbasis blockchain dengan industri pencetakan logam berharga milik negara. Melalui sinergi tersebut, IDN Gold ingin memperkuat kepercayaan investor dengan menghadirkan aset emas digital yang memiliki dukungan fisik nyata.
Sebagai BUMN yang selama ini dipercaya mencetak uang logam Rupiah dan dokumen negara, Peruri dinilai memiliki kemampuan teknologi dan sistem keamanan yang mampu menjamin keaslian produk emas fisik. Setiap koin emas IDN Gold nantinya dibekali fitur keamanan khusus seperti teknologi invisible ink guna meminimalkan risiko pemalsuan.
Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bukti kepercayaan industri digital terhadap kompetensi PERURI di bidang high security printing dan minting.
Menurutnya, di tengah berkembangnya industri aset digital, faktor keamanan dan legitimasi produk menjadi kebutuhan utama investor. Karena itu, PERURI berkomitmen menghadirkan koin emas dengan standar sekuriti tinggi agar mampu memberikan jaminan autentikasi kepada publik.
Di sisi lain, Direktur Utama PT SBI, Jeremy Jerial Siregar, menegaskan bahwa seluruh transaksi di platform IDN Gold didukung oleh ketersediaan emas fisik yang nyata dan dapat ditebus kapan saja dalam bentuk koin emas.
Jeremy menjelaskan, emas yang digunakan dalam ekosistem IDN Gold dicetak eksklusif oleh PERURI menjadi empat pecahan koin, yakni 1 gram, 2 gram, 5 gram, dan 10 gram. Seluruh koin dirancang dengan desain seragam untuk memperkuat identitas produk sekaligus memberikan rasa aman bagi investor.
IDN Gold sendiri merupakan platform perdagangan aset digital berbasis emas yang telah tersedia di pasar Bi-Finance dan Coinstore. Ekosistemnya berjalan di jaringan blockchain Sui serta bermitra dengan CertiK untuk mendukung aspek keamanan dan transparansi transaksi.
Langkah ini dinilai menjadi sinyal bahwa integrasi antara aset digital dan aset fisik mulai berkembang di Indonesia. Kehadiran koin emas fisik berbasis blockchain juga membuka peluang baru bagi investor yang menginginkan kombinasi antara fleksibilitas transaksi digital dan keamanan aset riil.
Baca Juga: Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit
-
Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025
-
Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990
-
Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram
-
Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900
-
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan
-
SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026
-
Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026
-
BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan