Bisnis / Makro
Senin, 25 Mei 2026 | 15:33 WIB
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang disaksikan virtual, Senin (25/5/2026). [Screenshot YouTube OJK]
Baca 10 detik
  • Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan krisis ekonomi global umumnya dipicu oleh tiga faktor utama yaitu fiskal, neraca, dan keuangan.
  • Pemerintah Indonesia memastikan kondisi fiskal, neraca pembayaran, dan sistem keuangan nasional saat ini terpantau sehat serta stabil secara makro.
  • Data menunjukkan Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda krisis karena investor masih mempercayai instrumen utang serta stabilitas neraca pembayaran nasional.

"Ketika bubble itu burst, pecah, maka terjadi kolaps di sistem perbankan, atau terjadi krisis di sistem keuangan. Seperti 2008 di Amerika Serikat dan sebagainya, terjadi bubble," katanya.

Sejauh ini Juda tidak melihat tiga faktor krisis ekonomi tersebut di Indonesia.

"Jadi tiga sumber krisis itu tidak ada di dalam data-data yang kita amati sampai dengan hari ini," pungkasnya.

Load More