Bisnis / Energi
Senin, 25 Mei 2026 | 14:37 WIB
Ilustrasi pemeliharaan listrik. (Dok: PLN)
Baca 10 detik
  • Gangguan jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi, pada 22 Mei 2026 menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Sumatra.
  • PLN segera melakukan pemulihan infrastruktur secara bertahap untuk memastikan sistem kelistrikan kembali normal bagi seluruh masyarakat terdampak.
  • Ketua FKBI mendorong penguatan infrastruktur nasional guna meningkatkan keandalan sistem agar gangguan serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Suara.com - Gangguan listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat keandalan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengatakan proses pemulihan yang dilakukan PLN dinilai sudah mengedepankan kepentingan kosumen.

Tulus menilai peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya sistem kelistrikan nasional yang semakin tangguh menghadapi potensi gangguan di masa mendatang.

Menurut dia, penguatan infrastruktur menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat dan layanan publik.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi. (Foto dok. pribadi)

"Hal paling penting sekarang adalah memastikan sistem kelistrikan semakin kuat dan andal sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan," ujar Tulus dalam keterangannya, seperti dikutip, Senin (25/4/2026).

Sebelumnya, PLN menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan pada Jumat (22/5/2026) dipicu gangguan pada jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi. Gangguan tersebut berdampak pada sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.

Tulus mengatakan, dalam gangguan sistem kelistrikan berskala besar, proses pemulihan memang membutuhkan tahapan agar keseimbangan sistem tetap terjaga.

"Dalam gangguan sistem kelistrikan berskala besar, proses recovery memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus menjaga keseimbangan sistem kelistrikan secara bertahap," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat manajemen dan petugas lapangan PLN dalam melakukan pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak. Menurut dia, respons cepat menjadi faktor penting agar masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik secara normal.

Baca Juga: Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

"Yang terpenting pascakejadian, manajemen dan tim lapangan PLN langsung bergerak melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan sehingga masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik," bebernya.

Lebih lanjut, Tulus menilai gangguan sistem kelistrikan berskala besar memang memiliki dampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, proses pemulihan pasokan listrik harus menjadi prioritas utama.

"Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan layanan listrik dapat kembali normal secara bertahap dan aman bagi masyarakat," pungkasnya.

Load More