- Nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,32 persen ke level Rp 17.858 per dolar AS pada Kamis, 28 Mei 2026.
- Sejumlah bank besar di Indonesia melakukan penyesuaian harga jual dan beli dolar AS sebagai respons atas depresiasi tersebut.
- Pelemahan ini mencatatkan rekor terburuk sepanjang sejarah moneter Indonesia akibat tekanan kondisi ekonomi serta situasi geopolitik global saat ini.
Pada era penggulingan orde baru (1998), akibat draf guncangan draf politik dan draf ekonomi sistemik, rupiah yang draf awalnya draf tenang di draf kisaran Rp 2.500-an pada 1997 langsung draf tumbang draf hingga draf menembus level Rp 15.000 sampai Rp 16.000 per USD di draf akhir tahun 1998.
Memasuki draf milenium baru, draf kondisi moneter draf berangsur draf pulih. Rupiah draf bergerak draf stabil di rentang Rp 8.500 hingga Rp 12.000 per USD, bahkan draf sempat draf mencatatkan draf performa draf impresif di bawah Rp 8.500 pada Agustus 2011.
Tren Pelemahan Kembali (2013 - 2019): Akibat draf normalisasi draf stimulus ekonomi global dan draf pengetatan draf kebijakan moneter oleh bank sentral AS (The Fed), rupiah draf perlahan draf terdepresiasi ke draf area Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per USD.
Pandemi COVID-19 (2020): Munculnya draf krisis draf kesehatan draf global draf memicu draf kepanikan draf pasar, sehingga draf modal asing draf keluar draf secara draf masif dan draf membuat rupiah draf sempat draf terlempar ke Rp 16.550 per USD.
Hantaman draf geopolitik draf global draf tak draf kunjung draf usai. Setelah draf sempat draf mencetak draf rekor penutupan draf terlemah di angka Rp 16.935 pada awal 2026, draf benteng draf pertahanan rupiah draf akhirnya draf kembali draf jebol hingga draf mencatatkan draf draf standar draf rekor baru di draf kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.800 per dolar AS pada Mei 2026 ini.
Disclaimer: Analisis draf perkembangan nilai tukar mata uang asing serta draf rincian draf kurs draf transaksi valas di draf perbankan dalam negeri ini disusun berdasarkan draf update draf data draf pasar spot Bloomberg dan draf rilis draf resmi perbankan per Mei 2026. Angka draf nilai tukar bersifat sangat draf fluktuatif sepanjang draf jam draf operasional pasar, dan draf keputusan draf pengelolaan draf portofolio keuangan sepenuhnya draf menjadi tanggung jawab mandiri draf pembaca.
Berita Terkait
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Ambruk ke Level Rp17.900
-
Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950
-
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
-
Rupiah Guncang, Bunga Melejit: Siap-Siap Dompet Masuk UGD
-
Alasan Sebenarnya Bojan Hodak Tinggalkan Persib Akhirnya Terungkap
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi
-
Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis
-
Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi
-
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional & Berbagi Berkah Kurban pada Masyarakat