- Nilai tukar rupiah merosot ke level Rp 17.839 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh lonjakan inflasi nasional Mei 2026 yang menurunkan minat investor terhadap aset domestik.
- Sentimen global serta penguatan indeks dolar AS memperburuk kondisi pasar keuangan Indonesia dan negara Asia lainnya.
Perbandingan Kinerja Mata Uang Kawasan Asia
Jika melihat konstelasi pasar valuta asing di Asia secara meluas, nasib kurang beruntung tidak hanya dialami oleh rupiah. Won Korea Selatan tercatat menjadi mata uang yang mengalami hantaman paling dalam di wilayah regional dengan koreksi sebesar 0,34%.
Menyusul di belakangnya, dolar Taiwan juga ikut merosot sebesar 0,26%, disusul oleh rupee India yang melemah 0,23%. Tren pelemahan tipis juga melanda yen Jepang yang tergerus 0,006% serta dolar Hong Kong yang terkikis sebesar 0,005% pada akhir perdagangan hari ini.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru berhasil memperlihatkan performa tangguh dan berbalik menguat melawan dolar AS. Mata uang Baht Thailand memimpin barisan penguatan dengan apresiasi signifikan sebesar 0,24%, diikuti oleh peso Filipina yang naik 0,10%.
Selanjutnya, dolar Singapura terpantau menguat sebesar 0,06%, yuan China merangkak naik 0,05%, dan ringgit Malaysia berhasil menguat tipis sebesar 0,005%.
Berita Terkait
-
Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik
-
Menkeu Mengaku Stres Rupiah Rp17.800: Bagaimana Nasib Dompet Rakyat?
-
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas
-
Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok
-
Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?
-
IHSG Masih Betah di Zona Hijau ke Level 6.195, Besok Berpeluang Lanjut
-
Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak: Pengrajin Tahu dan Tempe di Lebak Terancam Gulung Tikar
-
Pintu PHK 20 Persen Karyawan, Industri Kripto RI Mulai Goyang?
-
Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi
-
Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara