Bisnis / Keuangan
Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB
Komisaris Utama PT TASPEN (Persero), Fary Djemi Franscis.
Baca 10 detik
  • PT TASPEN menyalurkan gaji ketiga belas tahun 2026 bagi 3,25 juta pensiunan senilai Rp10,83 triliun mulai 2 Juni.
  • Penyaluran yang merujuk pada PP Nomor 9 Tahun 2026 tersebut berhasil mencapai 99,14 persen pada hari pertama.
  • Dana disalurkan utuh melalui 46 mitra bayar tanpa potongan pajak maupun kredit sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - PT TASPEN (Persero) secara resmi mengumumkan keberhasilan penyaluran gaji ketiga belas tahun 2026, yang mencapai angka fantastis sejak hari pertama.

Langkah cepat ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli dan kesejahteraan para purnabakti di tengah dinamika ekonomi nasional.

Penyaluran yang dimulai sejak Selasa, 2 Juni 2026, ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026.

Regulasi tersebut mengatur tentang pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Tahun 2026.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, distribusi hak finansial bagi para pensiunan ditekankan untuk berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Komisaris Utama PT TASPEN (Persero), Fary Djemi Franscis.

Kecepatan Penyaluran yang Memecahkan Rekor

Data terbaru menunjukkan TASPEN mencatatkan performa gemilang tahun ini. Sebanyak 99,14 persen peserta pensiun telah menerima dana gaji ke-13 langsung di rekening mereka pada hari pertama penyaluran.

Angka ini merupakan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, yang mencatatkan serapan 96 persen pada hari pertama.

Peningkatan ini tidak hanya terlihat dari sisi efisiensi waktu, tetapi juga dari skala penerima dan total anggaran yang dialokasikan.

Baca Juga: Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Pada tahun 2026, jumlah penerima manfaat tumbuh menjadi 3,25 juta peserta, naik dari angka 3,16 juta pada tahun sebelumnya.

Secara nominal, total anggaran yang digelontorkan pemerintah melalui TASPEN mencapai Rp10,83 triliun, meningkat sekitar Rp400 miliar dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp10,43 triliun.

Komisaris Utama PT TASPEN (Persero), Fary Djemi Franscis, dalam tinjauannya memberikan apresiasi tinggi terhadap performa sistem digital TASPEN yang semakin mumpuni.

Saat memantau uji petik di Makassar dan Batam, ia menegaskan teknologi berperan vital dalam menjaga amanah negara.

“Kita apresiasi TASPEN karena sistemnya yang andal. Sebab dalam waktu 6 jam, uang yang ditransfer dari Kementerian Keuangan, sudah dicairkan kepada pensiunan, tepat waktu. Hari pertama langsung 99,14 persen tersalurkan," kata Fary Djemi Franscis.

Lebih lanjut, Fary menekankan keberhasilan ini selaras dengan instruksi langsung dari Kepala Negara.

Load More